Kamis, 28 Oktober 2010

kompetensi kepala sekolah kewirausahaan 2

BAHAN BELAJAR MANDIRI
Musyawarah Kerja Kepala Sekolah
Dimensi Kompetensi
Kewirausahaan
DIREKTORAT JENDERAL
PENINGKATAN MUTU PENDIDIK DAN
TENAGA KEPENDIDIKAN
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
2009
TUT WURI HANDAYANI
Kewirausahaan‐MKKS Page i
PENGANTAR
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar
Kepala Sekolah/Madrasah telah menetapkan bahwa ada lima dimensi
kompetensi kepala sekolah/madrasah yaitu: kepribadian, manajerial,
kewirausahaan, kewirausahaan dan sosial. Dalam rangka pembinaan
kompetensi kepala sekolah/madrasah untuk menguasai lima dimensi kompetensi
tersebut, Direktorat Tenaga Kependidikan telah berupaya menyusun Bahan
Belajar Mandiri (BBM).
BBM ini disusun dengan tujuan agar kepala sekolah/madrasah dapat belajar
secara mandiri tanpa tergantung atau menunggu mendapat tugas sebagai
peserta diklat atau tergantung fasilitator, peneyelenggara, waktu, dan tempat.
Dengan tersusunnya BBM ini diharapkan kepala sekolah/madrasah dapat belajar
secara mandiri di manapun dan kapanpun.
Kami mengucapkan terima kasih kepada tim penyusun BBM atas dedikasi dan
kerja kerasnya sehingga BBM dapat diselesaikan dengan baik dan tepat waktu.
BBM ini tentu saja belum sempurna. Oleh sebab itu, saran-saran konstruktif dari
pembaca sangat dinantikan dengan senang hati.
Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa meridhoi upaya-upaya kita dalam
meningkatkan mutu tenaga kependidikan.
Jakarta, September 2009
Direktur Tenaga Kependidikan
Surya Dharma, MPA, Ph.D
NIP. 130 783 511
Kewirausahaan‐MKKS Page ii
DAFTAR ISI
PENGANTAR ______________________________________________________ i
DAFTAR ISI _______________________________________________________ii
PENDAHULUAN __________________________________________________ 1
A. Latar Belakang ____________________________________________________ 1
B. Standar Kompetensi Kepala Sekolah/Madrasah _________________________ 2
1. Dimensi Kompetensi Kepribadian _________________________________________ 2
2. Dimensi Kompetensi Manajerial __________________________________________ 3
3. Dimensi Kompetensi Kewirausahaan ______________________________________ 4
4. Dimensi Kompetensi Supervisi ___________________________________________ 4
5. Dimensi Kompetensi Sosial ______________________________________________ 5
C. Deskripsi BBM ____________________________________________________ 5
D. Langkah‐langkah Mempelajari BBM __________________________________ 7
E. Tujuan BBM Kewirausahaan _________________________________________ 8
F. Kegunaan BBM Kewirausahaan ______________________________________ 8
G. Standar Kompetensi Kewirausahaan __________________________________ 8
KEGIATAN BELAJAR 1 _____________________________________________ 10
KONSEP DAN LATIHAN KEWIRAUSAHAAN ____________________________ 10
A. Pengantar ______________________________________________________ 10
B. Definisi Kewirausahaan ___________________________________________ 10
C. Ciri‐ciri wirausaha yang berhasil? ____________________________________ 11
D. Manfaat kompetensi kewirausahaan bagi Kepala SMP/MTs ______________ 13
E. Menjadi seorang wirausaha yang sukses ______________________________ 13
F. Contoh Wirausaha ________________________________________________ 15
G. Latihan _________________________________________________________ 15
1. Pertanyaan _________________________________________________________ 15
2. Kasus (Lihat Film terlampir) ____________________________________________ 15
H. Ringkasan _______________________________________________________ 19
I. Refleksi _________________________________________________________ 20
J. Melibatkan _____________________________________________________ 20
KEGIATAN BELAJAR 2 _____________________________________________ 21
KONSEP DAN LATIHAN INOVASI ____________________________________ 21
Kewirausahaan‐MKKS Page iii
A. Pengantar ______________________________________________________ 21
B. Definisi Inovasi __________________________________________________ 21
C. Tujuan Kepala SMP/MTS memiliki kompetensi inovasi __________________ 21
D. Ciri‐ciri orang yang inovator ________________________________________ 22
E. Cara melakukan inovasi ___________________________________________ 22
F. Contoh _________________________________________________________ 22
G. Latihan _________________________________________________________ 23
H. Ringkasan _______________________________________________________ 23
I. Refleksi _________________________________________________________ 23
J. Melibatkan _____________________________________________________ 24
KEGIATAN BELAJAR 3 _____________________________________________ 25
KONSEP DAN LATIHAN BEKERJA KERAS ______________________________ 25
A. Pengantar ______________________________________________________ 25
B. Definisi Kerja Keras _______________________________________________ 25
C. Tujuan Kepala SMP/MTs berkerja keras ______________________________ 26
D. Contoh _________________________________________________________ 26
E. Latihan _________________________________________________________ 26
F. Ringkasan _______________________________________________________ 27
G. Refleksi _________________________________________________________ 27
H. Melibatkan _____________________________________________________ 28
KEGIATAN BELAJAR 4 _____________________________________________ 29
KONSEP MOTIVASI KUAT (KOMITMEN) DAN PANTANG MENYERAH _______ 29
A. Pengantar ______________________________________________________ 29
B. Uraian _________________________________________________________ 30
1. Definisi Motivasi _____________________________________________________ 30
2. Tujuan Kepala SMP/MTs memiliki motivasi yang kuat ________________________ 30
3. Cara menumbuhkan motivasi yang kuat untuk diri sendiri ____________________ 30
4. Definisi Pantang Menyerah _____________________________________________ 31
5. Tujuan Kepala SMP/MTs memiliki sifat pantang menyerah? __________________ 31
6. Cara Menumbuhkan Sifat Pantang Menyerah ______________________________ 31
C. Contoh _________________________________________________________ 31
D. Latihan _________________________________________________________ 31
E. Ringkasan _______________________________________________________ 33
F. Refleksi _________________________________________________________ 34
G. Melibatkan _____________________________________________________ 34
Kewirausahaan‐MKKS Page iv
KEGIATAN BELAJAR 5 _____________________________________________ 35
KREATIVITAS UNTUK SELALU MENCARI SOLUSI TERBAIK MENDAPATKAN
SOLUSI TERBAIK _________________________________________________ 35
A. Pengantar ______________________________________________________ 35
B. Definisi Kreativitas _______________________________________________ 35
1. Tujuan Kepala SMP/MTs memiliki Kreativitas? _____________________________ 37
2. Cara Berkreativitas ___________________________________________________ 37
C. Contoh _________________________________________________________ 37
D. Latihan _________________________________________________________ 38
1. Kasus ______________________________________________________________ 38
2. Lembar Kerja ________________________________________________________ 38
E. Ringkasan _______________________________________________________ 47
F. Refleksi _________________________________________________________ 47
G. Melibatkan _____________________________________________________ 48
KEGIATAN BELAJAR 6 _____________________________________________ 49
EVALUASI MEMILIKI NALURI KEWIRAUSAHAAN _______________________ 49
A. Pengantar ______________________________________________________ 49
B. Penilaian Naluri Kewirausahaan Kepala Sekolah/Madrasah ______________ 49
C. Latihan _________________________________________________________ 50
D. Contoh _________________________________________________________ 53
E. Ringkasan _______________________________________________________ 53
F. Refleksi _________________________________________________________ 53
G. Melibatkan _____________________________________________________ 54
DAFTAR PUSTAKA _______________________________________________ 55
Kewirausahaan‐MKKS Halaman 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang
Standar Kepala Sekolah/Madrasah menegaskan bahwa seorang kepala
sekolah/madrasah harus memiliki lima dimensi kompetensi minimal yaitu:
kompetensi kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervisi, dan sosial.
Kepala sekolah/madrasah adalah guru yang diberi tugas tambahan
sebagai kepala sekolah/madrasah sehinnga ia pun harus memiliki
kompetensi yang disyaratkan memiliki kompetensi guru yaitu: kompetensi
paedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. Salah satu indikator
kompetensi profesional adalah kompetensi pengembangan profesi. Satu di
antara pengembangan profesi adalah kemampuan dalam bidang penelitian
dan pengembangan. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa
masih banyak kepala sekolah/madrasah yang perlu ditingkatkan
kemampuannya dalam bidang penelitian dan pengembangan. Sebagian
dari mereka masih ada yang belum memahami bagaimana membuat
proposal yang baik, selanjutnya melakukan dan melaporkan hasil
penelitiannya. Sebagian dari mereka ada pula yang sudah memahaminya
tetapi belum melakukannya. Untuk mengatasi hal tersebut, Direktorat
Tenaga Kependidikan telah melaksanakan sosialisasi dan bimbingan
teknik.
Sosialisasi dan bimbingan teknik tentang penelitian yang telah
dilaksanakan selama ini ternyata masih belum memadai untuk menjangkau
seluruh kepala sekolah/madrasah dalam waktu yang relatif singkat.
Intensitas dan kedalaman penguasaan materi kurang dapat dicapai dengan
kedua strategi ini karena terbatasnya waktu.
Berdasarkan kenyataan tersebut, maka upaya untuk meningkatkan
kompetensi kepala sekolah/madrasah dilakukan melalui berbagai strategi.
Salah satu strategi untuk menjangkau seluruh kepala sekolah/madrasah
dalam waktu yang cukup singkat adalah memanfaatkan forum Musyawarah
Kerja Kepala Sekolah/Madrasah (MKKS/M) sebagai wahana belajar
Kewirausahaan‐MKKS Halaman 2
bersama. Kepala sekolah/madrasah dalam forum tersebut dapat saling
berbagi pengetahuan dan pengalaman guna bersama-sama meningkatkan
kompetensi dan kinerjanya dalam suasana kesejawatan yang akrab.
BBM ini dimaksudkan dapat memberikan pemahaman, dan motivasi para
kepala sekolah/madrasah untuk menyelesaikan permasalahan di
sekolahnya melalui metode ilmiah yang antara lain berupa Penelitian
Tindakan Sekolah (PTS). Bila penyelesaian masalah di sekolah dibiasakan
melalui PTS, maka kompetensi PTS kepala sekolah/madrasah akan
meningkat dan berimplikasi pada peningkatan kualitas sekolah. Bahkan
dampak lainnya pun akan meningkatan angka kredit kepala
sekolah/madrasah /madrasah dalam proses kenaikan pangkat dan atau
sertifikasi yang pada gilirannya akan meningkatkan kesejahteraan.
Forum MKKS/M akan berjalan efektif apabila terdapat panduan, bahan
kajian serta target yang ingin dicapai. Dalam konteks inilah Bahan Belajar
Mandiri (BBM) ini disusun. BBM ini dimaksudkan sebagai bahan kajian
kepala sekolah/madrasah dalam rangka meningkatkan kompetensi
mereka.
B. Standar Kompetensi Kepala Sekolah/Madrasah
BBM ini disesuaikan dengan cakupan dimensi kompetensi kepala
sekolah/madrasah /madrasah seperti yang terdapat dalam Peraturan
Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar
Kepala Sekolah/Madrasah. Dalam peraturan tersebut terdapat lima
dimensi kompetensi yaitu: kepribadian, manajerial, kewirausahaan,
supervisi, dan sosial. Setiap dimensi kompetensi memiliki kompetensi
dasar yang harus dimiliki seorang kepala sekolah/madrasah. Secara rinci
kompetensi-kompetensi dasar tersebut adalah sebagai berikut.
1. Dimensi Kompetensi Kepribadian
a. Berakhlak mulia, mengembangkan budaya dan akhlak mulia,
menjadi teladan akhlak mulia bagi komunitas di sekolah/madrasah.
b. Memiliki integritas kepribadian sebagai pemimpin.
Kewirausahaan‐MKKS Halaman 3
c. Memiliki keinginan yang kuat dalam pengembangan diri sebagai
kepala sekolah/madrasah.
d. Bersikap terbuka dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi.
e. Mengendalikan diri dalam menghadapi masalah dalam pekerjaan
sebagai kepala sekolah/madrasah.
f. Memiliki bakat dan minat jabatan sebagai pemimpin pendidikan.
2. Dimensi Kompetensi Manajerial
a. Menyusun perencanaan sekolah/madrasah untuk berbagai
tingkatan perencanaan.
b. Mengembangkan organisasi sekolah/madrasah sesuai dengan
kebutuhan.
c. Memimpin sekolah/madrasah dalam rangka pendayagunaan
sumber daya manusia sekolah/madrasah secara optimal.
d. Mengelola perubahan dan pengembangan sekolah/madrasah
menuju organisasi pembelajar yang efektif.
e. Menciptakan budaya dan iklim sekolah/madrasah yang kondusif
dan inovatif bagi pembelajaran peserta didik.
f. Mengelola guru dan staf dalamr angka pendayagunaan sumber
daya manusia secara optimal.
g. Mengelola sarana dan prasarana sekolah/madrasah dalam
rangka pendayagunaan secara optimal.
h. Mengelola hubungan sekolah/madrasah dengan masyarakat dalam
rangka pencarian dukungan ide, sumber belajar, dan pembiayaan
sekolah/madrasah.
i. Mengelola peserta didik dalam rangka penerimaan peserta didik
baru, penempatan, dan pengembangan kapasitas peserta didik.
j. Mengelola pengembangan kurikulum dan kegiatan pembelajaran
sesuai dengan arah dan tujuan pendidikan nasional.
k. Mengelola keuangan sekolah/madrasah sesuai dengan prinsip
pengelolaan yang akuntabel, tranparan, dan efisien.
l. Mengelola ketatausahaan sekolah/madrasah dalam mendukung
pencapaian tujuan sekolah/madrasah.
Kewirausahaan‐MKKS Halaman 4
m. Mengelola unit layanan khusus sekolah/madrasah dalam
mendukung kegiatan pembelajaran dan kegiatan peserta didik di
sekolah/madrasah.
n. Mengelola informasi dalam mendukung penyusunan program dan
pengambilan keputusan.
o. Memanfaatkan kemajuan teknologi informasi bagi peningkatan
pembelajaran dan manajemen sekolah/madrasah.
p. Melakukan monitoring,evaluasi,dan pelaporan pelaksanaan
program kegiatan sekolah/madrasah dengan prosedur yang tepat,
serta merencanakan tindak lanjutnya.
3. Dimensi Kompetensi Kewirausahaan
a. Menciptakan inovasi yang berguna bagi pengembangan
sekolah/madrasah.
b. Bekerja keras untuk mencapai keberhasilan sekolah/madrasah
sebagai organisasi pembelajar yang efektif.
c. Memiliki motivasi yang kuat untuk sukses dalam melaksanakan
tugas pokok dan fungsinya sebagai pemimpin sekolah/madrasah.
d. Pantang menyerah dan selalu mencari solusi terbaik dalam
menghadapi kendala yang dihadapi sekolah/madrasah.
e. Memiliki naluri kewirausahaan dalam mengelola kegiatan
sekolah/madrasah sebagai sumber belajar peserta didik.
4. Dimensi Kompetensi Supervisi
a. Merencanakan program supervisi akademik dalam rangka
peningkatan profesionalisme guru.
b. Melaksanakan supervisi akademik terhadap guru dengan
pendekatan dan teknik supervisi yang tepat.
c. Menindaklanjuti hasil supervisi akademik terhadap guru dalam
rangka peningkatan profesionalisme guru.
Kewirausahaan‐MKKS Halaman 5
5. Dimensi Kompetensi Sosial
a. Bekerja sama dengan pihak lain untuk kepentingan
sekolah/madrasah.
b. Berpartisipasi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
c. Memiliki kepekaan sosial terhadap orang atau kelompok lain.
C. Deskripsi BBM
BBM terdiri atas enam bagian yaitu:
1. BBM terdiri atas enam bagian yaitu:
2. Dimensi kompetensi kepribadian,
3. Dimensi kompetensi manajerial,
4. Dimensi kompetensi kewirausahaan,
5. Dimensi kompetensi supervisi,
6. Dimensi kompetensi sosial, dan
7. Penelitian tindakan sekolah
BBM nomor 1 sampai 5 disesuaikan dengan dimensi standar kompetensi
kepala sekolah/madrasah. Sedangkan BBM nomor 6 merupakan
pengkhususan dan pendalaman dimensi kompetensi penelitian dan
pengembangan. Hal ini penting untuk diprioritaskan karena peran kepala
sekolah/madrasah sebagai agen perubahan di sekolah/madrasah. Dengan
kemampuan ini diharapkan kepala sekolah/madrasah dapat
meningkatkan mutu sekolah yang dibinanya. Setiap BBM di atas meliputi
beberapa kegiatan belajar sebagai berikut.
Dimensi kompetensi kepribadian meliputi kegiatan belajar:
1. Pengertian kepribadian kepala sekolah/madrasah,
2. Kepala sekolah/madrasah sebagai teladan,
3. Pentingnya integritas dan keterbukaan dalam kepemimpinan kepala
Sekolah/madrasah,
4. Kompetensi emosional berpengaruh terhadap keefektifan
kepemimpinan kepala sekolah/madrasah, dan
5. Pengembangan diri sebagai pemimpin pendidikan.
Kewirausahaan‐MKKS Halaman 6
Dimensi kompetensi manajerial meliputi kegiatan belajar:
1. Pembuatan rencana kegiatan sekolah/madrasah,
2. Pengorganisasian sekolah/madrasah,
3. Manajemen perubahan di sekolah/madrasah,
4. Manajemen sdm di sekolah/madrasah,
5. Manajemen sarana dan prasarana sekolah/madrasah,
6. Manajemen kesiswaan sekolah/madrasah,
7. Manajemen kurikulum dan pembelajaran sekolah/madrasah, dan
8. Manajemen keuangan sekolah.
Dimensi kompetensi kewirausahaan meliputi kegiatan belajar:
1. Konsep dan latihan kewirausahaan,
2. Konsep dan latihan inovasi,
3. Konsep dan latihan bekerja keras,
4. Konsep dan latihan motivasi kuat (komitmen) dan pantang menyerah,
5. Konsep dan latihan kreativitas untuk selalu mencari solusi terbaik, dan
6. Evaluasi diri memiliki naluri kewirausahaan.
Dimensi kompetensi supervisi meliputi kegiatan belajar:
1. Konsep dan latihan supervisi akademik,
2. Konsep dan latihan perencanaan program supervisi akademik,
3. Konsep dan latihan teknik-teknik supervisi akademik,
4. Konsep dan latihan supervisi klinis, dan
5. Konsep dan latihan tindak lanjut hasil supervisi akademik terhadap
guru.
Dimensi kompetensi sosial meliputi kegiatan belajar:
1. Manajemen hubungan sekolah/madrasah dan masyarakat di
Sekolah/madrasah, dan
2. Kerja sama/negosiasi dengan pihak lain.
BBM penelitian tindakan sekolah meliputi kegiatan belajar:
1. Konsep dan latihan PTS, dan
2. Penyusunan proposal dan laporan PTS.
Kewirausahaan‐MKKS Halaman 7
D. Langkah-langkah Mempelajari BBM
Bahan belajar ini dirancang untuk dipelajari oleh kepala sekolah/madrasah
dalam forum MKKS/M. Oleh karena itu langkah-langkah yang harus
dilakukan dalam mempelajari materi ini mencakup aktivitas individual dan
kelompok. Secara umum aktivitas individual meliputi: (1) membaca materi,
(2) melakukan latihan/tugasekolah/madrasah, memecahkan kasus pada
setiap kegiatan belajar, (3) membuat rangkuman/kesimpulan, dan (4)
melakukan refleksi, dan melakukan tindak lanjut. Sedangkan aktivitas
kelompok meliputi: (1) mendiskusikan materi, (2) bertukar pengalaman
dalam melakukan latihan/memecahkan kasus, (3) melakukan
seminar/diskusi hasil latihan/tugas yang dilakukan, dan (4) bersama-sama
melakukan refleksi, membuat action plan, dan tindak lanjut. Langkahlangkah
tersebut dapat digambarkan seperti berikut ini.
Gambar 1 Alur Kegiatan Belajar Individu dan Kelompok
Aktivitas Individu Aktivitas Kelompok
Membaca Bahan
Belajar
Mediskusikan
Bahan Belajar
Melaksanakan
Latihan/Tugas/
Studi Kasus
Sharing Permasalahan
dan Hasil
Pelaksanaan
Latihan
Membuat
Rangkuman
Membuat
Rangkuman
Melakukan
Refleksi,
Membuat Action
Plan, dan
Tindak Lanjut
Melakukan
Refleksi,
Membuat Action
Plan, dan
Tindak Lanjut
Kewirausahaan‐MKKS Halaman 8
Dari gambar di atas tampak bahwa aktivitas kelompok selalu didahului oleh
aktivitas individu. Dengan demikian, maka aktivitas individu adalah hal
yang utama. Sedangkan aktivitas kelompok lebih merupakan forum untuk
berbagi, memberikan pengayaan, dan penguatan terhadap kegiatan yang
telah dilakukan individu masing-masing.
Dengan mengikuti langkah-langkah BBM di atas, diharapkan kepala
sekolah/madrasah yang tergabung dalam MKKS/M dapat secara individu
dan bersama-sama meningkatkan kompetensinya, yang pada gilirannya
diharapkan berdampak pada peningkatan kompetensi yang dibinanya.
Selamat belajar. Semoga sukses.
E. Tujuan BBM Kewirausahaan
BBM PTS ini disusun dengan tujuan untuk:
1. dijadikan bahan bacaan, pelajaran, latihan, refleksi, diskusi, dan tindak
lanjut dalam meningkatkan dimensi kompetensi kewirausahaan; dan
2. meningkatkan keefektifan kepemimpinan kepala sekolah/madrasah,
peran kepala sekolah/madrasah sebagai wirausaha, dan
profesionalisme kepala sekolah/madrasah yang berdampak pada
peningkatan kinerja guru/MGMP.
F. Kegunaan BBM Kewirausahaan
1. Sebagai bahan belajar individual bagi Kepala SMP/MTs tanpa terikat
oleh fasiltator, waktu, dan tempat.
2. Sebagai BBM bagi MKKS/M.
3. Untuk membantu Kepala SMP/MTs dalam meningkatkan dimensi
kompetensi Kewirausahaan baik secara individu maupun kelompok.
G. Standar Kompetensi Kewirausahaan
Setelah mempelajari, mendiskusikan, mendalami, dan mempraktikkan
BBM ini bersama teman sejawat di MKKS/M; Kepala SMP/MTs diharapkan:
1. mampu memahami konsep kewirausahaan,
Kewirausahaan‐MKKS Halaman 9
2. memiliki inovasi,
3. mau dan mampu bekerja keras,
4. memiliki motivasi kuat (komitmen) dan pantang menyerah,
5. memiliki kreativitas untuk selalu mencari solusi terbaik, dan
6. mengetahui naluri kewirausahaan yang telah dimilikinya.
Kewirausahaan‐MKKS Halaman 10
KEGIATAN BELAJAR 1
KONSEP DAN LATIHAN KEWIRAUSAHAAN
A. Pengantar
Satu di antara dimensi kompetensi Kepala SMP/MTs adalah
kewirausahaan. Kewirausahaan di sini dalam makna untuk kepentingan
pendidikan yang bersifat sosial bukan untuk kepentingan komersial.
Kewirausahaan dalam bidang pendidikan yang diambil adalah
karakteristiknya (sifatnya) seperti inovatif, bekerja keras, motivasi yang
kuat, pantang menyerah dan selalu mencari solusi terbaik, dan memiliki
naluri kewirausahaan; bukan mengkomersilkan SMP/MTs. Semua
karakteristik tersebut bermanfaat bagi Kepala SMP/MTs dalam
mengembangkan SMP/MTs, mencapai keberhasilan SMP/MTs,
melaksanakan tugas pokok dan fungsi sebagai pemimpin, menghadapi
kendala SMP/MTs, dan mengelola kegiatan SMP/MTs sebagai sumber
belajar siswa.
B. Definisi Kewirausahaan
Kewirausahaan (entrepreneurship) adalah proses menciptakan sesuatu
yang baru dan berani mengambil risiko dan mendapatkan keuntungan.
Para ahli sepakat bahwa yang dimaksud dengan kewirausahaan
menyangkut tiga perilaku yaitu:
Kewirausahaan‐MKKS Halaman 11
a. kreatif
b. komitmen (motivasi tinggi dan penuh tanggung jawab), dan
c. berani mengambil risiko dan kegagalan.
Kewirausahaan adalah proses inovasi dan kreasi (Kuratko & Hodgetts,
1989; Hisrich & Peters, 2002). Orang yang berwirausaha disebut
wirausahawan (entrepreneur). Entrepreneur adalah inovator dan kreator
(Kao, 1991). Entrepreneur ialah seorang inovator (Hisrich & Peters, 2002).
KEWIRAUSAHAAN adalah singkatan dari: Kreatif, Enerjik, Wawasan luas,
Inovatif, Rencana bisnis, Agresif, Ulet, Supel, Antusias, Hemat, Asa,
Antusias, Negosiatif.(Anonim 1, 2005)
C. Ciri-ciri wirausaha yang berhasil?
Ciri-ciri wirausaha yang berhasil adalah:
a. Inisiatif,
b. Pantang menyerah (ulet),
c. Memiliki standar mutu yang tinggi,
d. Hemat,
e. Selalu mencari solusi terbaik (kreatif memecahkan masalah),
f. Berani mengambil risiko yang diperhitungkan,
g. Persuasif,
h. Bertindak jika ada peluang,
i. Haus informasi,
j. Sistematis,
k. Percaya diri,
l. Tegas,
m. Menggunakan strategi yang berpengaruh,
n. Mandiri,
o. Optimis,
p. Dinamis,
Kewirausahaan‐MKKS Halaman 12
q. Inovatif,
r. Cerdik (cerdas),
s. Mau belajar sepanjang hayat,
t. Supel atau luwes (fleksibel),
u. Umpan balik ditanggapi responsif),
v. Berorientasi pencapaian tujuan,
w. Membangun masa depan,
x. Komunikatif (termasuk pendengar yang baik),
y. Enerjitik,
z. Berorientasi pada keuntungan,
aa. Integritas,
bb. Agresif,
cc. Kompetitif,
dd. Egoistis,
ee. Petualang,
ff. Perfeksionis,
gg. Kooperatif,
hh. Imajinatif,
ii. Pribadi yang menyenangkan,
jj. Jujur,
kk. Orientasi pada perubahan,
ll. Disiplin (mengendalikan diri),
mm. Visioner,
nn. Pengelola perubahan,
oo. Ingin berprestasi,
pp. Organisator,
qq. Pekerja keras,
rr. Motivasi kuat (komitmen),
ss. Antusias, dan
tt. Negosiatif.
uu. Mampu memasarkan jasa/produk.
(Hawkin & Turia, 1986; Anonim 1, 2005; Anonim 2, 2005; Anonim 3,
2005, Anonim 4, 2005, Anonim 5, 2005, Anonim 6, 2005, Anonim 7, 2002,
Kewirausahaan‐MKKS Halaman 13
Kuratko & Hodgetts, 1989; Meredith, et al; 1989; Kao, 1991; Hisrich &
Peters, 2002; Overton, 2002; 2002; Lambing & Kuehl, 2005).
Dari ciri-ciri wirausaha yang disebutkan di atas untuk kepala sekolah
dibatasi pada: inovatif, pekerja keras, motivasi tinggi, pantang menyerah,
selalu mencari solusi terbaik. Naluri kewirausahaan menyangkut semua
sifat-sifat di atas.
D. Manfaat kompetensi kewirausahaan bagi Kepala SMP/MTs
Manfaat kompetensi kewirausahaan bagi Kepala SMP/MTs adalah:
1. mampu menciptakan inovasi yang berguna bagi pengembangan
SMP/MTs,
2. bekerja keras untuk mencapai keberhasilan SMP/MTS sebagai
organisasi pembelajaran yang efektif,
3. memiliki motivasi yang kuat untuk mencapai kesuksesan dalam
melaksanakan tugas pokok dan fungsi sebagai pemimpin SMP/MTs,
4. pantang menyerah dan selalu mencari solusi terbaik dalam
menghadapi kendala SMP/MTs,
5. memiliki naluri kewirausahaan sebagai sumber belajar siswa, dan
6. untuk menjadi teladan bagi para guru khususnya mengenai
kompetensi kewirausahaan.
E. Menjadi seorang wirausaha yang sukses
Kepala sekolah sebagai seorang wirausaha yang sukses harus memiliki
tiga kompetensi yaitu pengetahuan, keterampilan, dan sifat lewirausahaan.
Ketiga kompetensi tersebut saling berkaitan. Keterkaitan ketiga kompetensi
tersebut digambarkan sebagai berikut.
Kewirausahaan‐MKKS Halaman 14
Pengetahuan
Keterampilan Sifat
Perusahaan
(Sekolah)
Gambar 2: Kompetensi (Anonim 4, 2005)
Kompetensi merupakan penguasaan pengetahuan, keterampilan, dan sifat.
Pengetahuan adalah kumpulan informasi yang disimpan di otak dan dapat
dipanggil jika dibutuhkan. Keterampilan adalah kemampuan menerapkan
pengetahuan. Sifat adalah sekumpulan kualitas karakter yang membentuk
kepribadian seseorang (Anonim 4, 2005). Seseorang yang tidak memiliki
ketiga kompetensi tersebut akan gagal sebagai wirausaha yang sukses.
Keterampilan-keterampilan (skills) yang dibutuhkan oleh seorang
wirausaha menurut Hisrich & Peters (2002) adalah keterampilan teknikal,
manajemen bisnis, dan jiwa kewirausahaan personal. Keterampilan
teknikal meliputi: mampu menulis, berbicara, mendengar, memantau
lingkungan, teknik bisnis, teknologi, mengorganisasi, membangun jaringan,
gaya manajemen, melatih, bekerja sama dalam kerja tim (teamwork).
Manajemen bisnis meliputi: perencanaan bisnis dan menetapkan tujuan
bisnis, pengambilan keputusan, hubungan manusiawi, pemasaran,
keuangan, pembukuan, manajemen, negosiasi, dan mengelola perubahan.
Jiwa wirausaha personal meliputi: disiplin (pengendalian diri), berani
mengambil risiko diperhitungkan, inovatif, berorientasi perubahan, kerja
keras, pemimpin visioner, dan mampu mengelola perubahan.
Kewirausahaan‐MKKS Halaman 15
F. Contoh Wirausaha
Tokoh-tokoh wirausaha yang sukses di bidang pendidikan antara lain
adalah Raden Ajeng Kartini dengan Sekolah Kartini, KI Hajar Dewantoro
dengan Taman Siswa, Ciputra dengan Universitas Entrepreneurship,
pendiri sekolah Global Jaya.
G. Latihan
1. Pertanyaan
a. Apa yang terjadi jika seorang Kepala SMP/MTs hanya memiliki
pengetahuan dan keterampilan saja dalam kompetensi
kewirausahaannya?
b. Apa yang terjadi jika seorang Kepala SMP/MTs hanya memiliki
pengetahuan dan sifat saja dalam kompetensi
kewirausahaannya?
c. Apa yang terjadi jika seorang Kepala SMP/MTs hanya memiliki
keterampilan dan sifat saja dalam kompetensi kewirausahaannya?
Kunci Jawaban Pertanyaan
a. Tidak memenuhi sifat-sifat wirausaha seperti tidak inovatif, tidak
memiliki motivasi tinggi, tidak mau bekerja keras dalam memajukan
sekolahnya. Wirausaha akan gagal
b. Tidak menghasilkan produk/jasa sekolah. Wirausaha akan gagal.
c. Tidak mengenal pelanggan, dan lain-lain. Wirausaha akan gagal.
2. Kasus (Lihat Film terlampir)
Pipo dan Embro
Dahulu kala di suatu desa kecil dekat lembah yang asri tersebutlah dua
sahabat bernama Embro dan Pipo. Mereka adalah tipe pemuda yang
berambisi untuk menjadi orang terkaya di desanya. Mereka kerap
membicarakan impian dan ambisi mereka itu akan kekayaan,
kehidupan dan gaya hidup yang ingin mereka miliki nantinya. Mereka
tidak takut untuk bekerja keras hanya saja mereka masih belum
Kewirausahaan‐MKKS Halaman 16
mendapatkan kesempatan untuk dapat mewujudkan cita-cita mereka.
Tanpa putus asa mereka terus mencari dan mencoba gagasangagasan
baru untuk mendapatkan kesempatan tersebut.
Hingga suatu hari kesempatan itu pun datang. Desa mereka
membutuhkan lebih banyak air. Oleh karena itu, kepala desa
mempekerjakan Embro dan Pipo untuk mengambil air dari mata air di
gunung untuk dibawa ke tempat penampungan di desa. Mereka akan
dibayar sesuai dengan banyaknya air yang dapat mereka bawa. Maka
mereka berdua pun menyambut dengan baik kesempatan ini. Embro
dan Pipo pun segera melaksanakan pekerjaan tersebut dengan
bersemangat. Setiap hari sejak pagi hingga sore mereka bergegas
menuju mata air dengan membawa Embro masing-masing. mereka
bekerja keras untuk membawa air sebanyak mungkin ke tempat
penampungan air di desa. Menjelang sore hari merekapun pulang
dengan membawa upah dari hasil jerih payah mereka hari itu. Embro
merasa puas sekali dengan pekerjaannya itu dan besarnya upah yang
ia dapatkan. Dia yakin, bahwa dengan pekerjaannya ini ia bisa segera
mewujudkan cita-citanya. Bahkan untuk menambah penghasilannya,
Embro membuat ember yang lebih besar agar dapat lebih banyak
membawa air. Embro yakin dengan penghasilan yang sebesar itu tak
lama lagi ia bisa segera membeli sapi dan memiliki gubuk baru yang ia
idam-idamkan.
Lain halnya dengan Pipo, ia merasa tidak nyaman dengan cara yang ia
lakukan itu. Ia mencari cara yang lebih nyaman untuk mendapatkan
lebih banyak uang. Suatu hari Pipo mendapat sebuah gagasan. Ia
berniat membangun sebuah saluran Pipo yang akan mengalirkan air
dari mata air langsung ke tempat penampungan air di desa. Dengan
saluran Pipo tersebut ia akan mendapat lebih banyak air tanpa perlu
lagi membawa air ke mata air. Ia sangat antusias dengan gagasananya
ini. Pipo pun mulai menceritakan gagasannya itu kepada Embro dan
mengajaknya bekerja sama. Tetapi Embro tidak sependapat. Ia bahkan
menertawakan gagasan Pipo tersebut karena merasa dirinya mampu
mendapatkan lebih banyak uang. Embro pun lebih sering lagi
Kewirausahaan‐MKKS Halaman 17
mengambil air dengan ember dan bahkan menggunakan ember yang
lebih besar agar dapat membawa lebih banyak air ke desanya. Dengan
cara ini, Embro yakin penghasilannya akan meningkat.
Pipo akhirnya memutuskan untuk mewujudkan sendiri gagasannya itu.
Dia mengerti bahwa tidaklah mudah untuk membangun dan
menyelesaikan saluran Pipo tersebut. Dibutuhkan beberapa tahun
untuk bisa menyelesaikan dan menikmati hasilnya. Namun tekadnya
telah bulat. Ia pun tetap bekerja mengangkat air dengan ember setiap
hari seperti biasa. Tetapi di akhir minggu dan setiap ada waktu luang,
Pipo bekerja keras menggali tanah yang banyak berbatu untuk
membangun saluran Piponya. Pada bulan-bulan pertama hasilnya
hampir tidak kelihatan. Orang-orang desa mulai banyak menertawakan
dan mencemooh Pipo, mereka menjuluki Pipo Si Manusia Saluran
Pipo.
Sementara itu penghasilan Embro telah meningkat dua kali lipat. Ia
sudah berhasil membeli sapi dan memiliki gubuk baru yang lebih besar.
Gaya hidupnya pun sudah mulai berubah. Ia sering menghabiskan
waktu sepulang kerja di bar. Menikmati hasil jerih payahnya
mengangkat ember. Namun tanpa disadari badan Embro kini mulai jadi
bungkuk karena begitu beratnya ia harus mengangkat ember besar
setiap hari. Raut mukanya pun terlihat kelelahan. Semakin hari semakin
sedikit air yang dapat dibawanya karena tenaganya berkurang seiring
bertambahnya usia.
Bulan berganti bulan, tahun berganti tahun. Dan akhirnya, Pipo
berhasil menyelesaikan saluran Piponya. Kini tanpa perlu bersusah
payah mengangkat ember, Pipo akan mendapat lebih banyak uang
berkat air yang terus mengalir memenuhi tong-tong air di tempat
penampungan. Air terus mengalir tanpa henti bahkan saat ia tidur,
makan ataupun saat pergi berlibur. Pipo pun puas dan bangga berkat
tekad dan kerja keras, kini penghasilannya pun mengalir tiada henti
seiring aliran air di saluran Piponya.
Kewirausahaan‐MKKS Halaman 18
Setelah melihat cerita Embro dan Pipo, kita sadari bahwa cerita mereka
menggambarkan kehidupan kita. Pekerjaan yang dilakukan mereka
melambangkan apa yang dilakukan kebanyakan orang dalam
mendapatkan penghasilan. Embro mendapatkan penghasilannya
dengan cara menggunakan ember. Ia harus pulang pergi mengisi
embernya dari mata air ke desa untuk ditukarkan dengan uang. Untuk
meningkatkan penghasilan, yang dilakukan Embro adalah dengan cara
lebih rajin pergi ke mata air dan juga memperbesar ukuran embernya.
Dalam kehidupan yang nyata, sangatlah normal kalau kita ingin
meningkatkan penghasilan, kita harus bekerja lebih keras misalnya
dengan bekerja lembur atau mungkin mendapatkan pekerjaan
tambahan. Kita juga dapat memperbesar ember kita yaitu dengan
menerima posisi pekerjaan yang lebih tinggi. Sebagian besar dari kita
menukarkan waktu kita untuk mendapatkan uang. Seperti juga Embro
kita pun memiliki waktu yang terbatas untuk dibarterkan menjadi uang.
Dan kita tahu, setiap orang hanya memiliki 24 jam per hari dan tidaklah
mungkin kalau kita membarterkan seluruh waktu kita untuk bekerja.
Dan yang lebih sulit lagi yaitu jika kita tak mampu lagi membarter waktu
kita karena alasan usia, kesehatan ataupun alasan lainnya sehingga
penghasilan kita terhenti sama sekali. Tetapi coba perhatikan apa yang
dilakukan Pipo. Secara bijaksana Pipo tidak membarterkan seluruh
waktunya hanya untuk mendapatkan penghasilan yang terbatas. Tetapi
dia menggunakan sebagian waktu yang dimilikinya untuk membangun
saluran Pipo. Karena dia tahu bahwa saluran Pipo ini akan
mendatangkan penghasilan yang berkesinambungan tanpa dia harus
membarterkan seluruh waktunya. Dia tahu bahwa suatu hari nanti
mungkin karena alasan usia atas kesehatan dia akan tidak dapat lagi
membarterkan waktunya dengan uang. Sedangkan bila ia mampu
mewujudkan gagasan saluran Piponya itu dia hanya perlu bekerja
keras sekali saja untuk membangun saluran Pipo. Setelah saluran Pipo
selesai, maka penghasilan akan terus mengalir bagi Pipo. Pipo telah
menunjukkan kepada kita bahwa untuk mendapatkan penghasilan kita
tidak selalu harus dengan cara barter waktu dengan uang. Ada cara
lain yang lebih baik. Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda masih
Kewirausahaan‐MKKS Halaman 19
seperti Embro yang membarterkan waktu Anda untuk mendapatkan
penghasilan? Atau Anda ingin mengikuti jejak Pipo dengan mulai
membangun saluran Pipo untuk mendapatkan penghasilan yang
berkesinambungan? (JDE, 2002)
Tugas
1. Identifikasikan sifat-sifat wirausaha yang tampak nyata (tersurat).
2. Identifikasikan sifat-sifat wirausaha yang tersembunyi (tersirat).
3. Mana dari sifat-sifat jawaban 1 dan 2 yang menunjang kompetensi
wirausaha menurut Permendiknas Nomor 13 tentang Standar
Kepala Sekolah/Madrasah?
Petunjuk Jawaban Latihan (kata kunci)
1. Teliti kata-kata sifat di dalam kasus.
2. Teliti kata-kata sifat di dalam kasus
3. Inovatif, kerja keras, motivasi tinggi, kreatif memecahkan masalah.
Kesemuanya ini disebut memiliki jiwa wirausaha.
Hasil penyelesaian tugas diskusikan di MKKS.
H. Ringkasan
Kewirausahaan menyangkut tiga perilaku utama kreatif, komitmen, dan
berani mengambil risiko. Kewirausahaan adalah proses inovasi dan kreasi.
KEWIRAUSAHAAN adalah singkatan dari: Kreatif, Enerjik, Wawasan luas,
Inovatif, Rencana bisnis, Agresif, Ulet, Supel, Antusias, Hemat, Asa,
Antusias, Negosiatif. Wirausaha yang sukses memiliki 47 ciri. Untuk Kepala
SMP/MTS minimal memiliki ciri: inovatif, pekerja keras, motivasi tinggi,
pantang menyerah, selalu mencari solusi terbaik, dan memiliki naluri
kewirausahaan. Ada lima manfaat kewirausahaan bagi Kepala SMP/MTS.
Untuk menjadi wirausaha yang sukses harus memiliki pengetahuan
kewirausahaan, keterampilan kewirausahaan, dan sifat-sifat wirausaha.
Kewirausahaan‐MKKS Halaman 20
I. Refleksi
Mohon untuk merenungkan kelebihan dan kekurangan materi Kegiatan
Belajar 1 ini. Bagaimana Anda mengatasi kekurangannya?. Bagaimana
pemahaman Anda terhadap materi ini. Jika sudah menguasai, bagaimana
pemanfaatan materi ini untuk meningkatkan dimensi kompetensi
kewirausahaan Anda? Keefektifan kepemimpinan Anda? Bagaimana
meningkatkan peran Anda sebagai entrepereneur di sekolah?. Bagaimana
meningkatkan profesionalisme Anda sebagai kepala sekolah/madrasah?
Jika belum menguasai, bagaimana upaya Anda selanjutnya?
J. Melibatkan
Hasil renungan mohon diskusikan di MKKS/M dan buat rangkuman
sebagai renungan MKKS/M . Bagaimana action plan untuk Anda, untuk
MKKS/M, dan untuk DCT dalam rangka meningkatkan kompetensi, peran,
dan profesionalisme guru/MGMP?
Kewirausahaan‐MKKS Halaman 21
KEGIATAN BELAJAR 2
KONSEP DAN LATIHAN INOVASI
A. Pengantar
Satu di antara lima kompetensi kewirausahaan Kepala SMP/MTS adalah
menciptakan inovasi yang berguna bagi pengembangan sekolah. Untuk
meningkatkan kompetensi inovasi Kepala SMP/MTS, maka Kepala
SMP/MTS hendaknya mengetahui dan mampu menerapkan konsep dan
teori inovasi dalam mengembangkan sekolahnya. Esensi kewirausahaan
adalah inovasi dan kreasi. Oleh sebab itu, Kepala SMP/MTs dituntut
memiliki sifat inovatif dan kreatif dalam mengembangkan sekolahnya.
B. Definisi Inovasi
Inovasi adalah fungsi utama kewirausahaan. Inovasi adalah menciptakan
sesuatu berbeda dari sebelumnya (Drucker, 1985). Kreativitas adalah
menciptakan sesuatu yang baru. Contoh: hasil kreasi adalah mobil kijang
kotak. Kijang kotak diinovasi menjadi kapsul, LGX sampai Inova.
C. Tujuan Kepala SMP/MTS memiliki kompetensi inovasi
Kepala SMP/MTs perlu memiliki kompetensi inovasi untuk
mengembangkan sekolahnya.
Kewirausahaan‐MKKS Halaman 22
D. Ciri-ciri orang yang inovator
Orang yang inovator mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.
1. Mengerjakan tugas dengan cara yang tidak umum.
2. Menemukan masalah dan memecahkannya dengan cara yang tidak
umum.
3. Lebih tertarik pada hasil daripada proses.
4. Tidak senang pada pekerjaan yang bersifat rutinitas.
5. Kurang senang pada kesepakatan.
6. kurang sensitif terhadap orang lain (Kirton, 1976).
E. Cara melakukan inovasi
Cara melakukan inovasi adalah sebagai berikut.
1. Anda harus ke luar dari kawasan yang membuat Anda nyaman.
2. Jangan berpikir apa adanya (yang sudah umum).
3. Bergerak lebih cepat dibanding orang lain (pesaing) agar tidak didahului
orang lain.
4. Dengarkan ide stakeholders sekolah.
5. Bertanyalah kepada warga sekolah dan stakeholders apa yang perlu
diubah di sekolah ini secara berkala.
6. Dorong diri sendiri dan orang lain untuk cepat bergerak tetapi selamat.
7. Berharap untuk menang, dan memiliki kesehatan dan kekuatan.
8. Rekreasi secukupnya untuk mendapatkan ide-ide baru (Anonim 3,
2005).
9. Ke delapan cara di atas dapat dilakukan secara sendiri-sendiri atau
dikombinasikan.
F. Contoh
Yohanes Surya menemukan cara-cara pembelajaran fisika yang inovatif
sehingga menghasilkan juara olimpiade fisika tingkat dunia. Penemu
Kewirausahaan‐MKKS Halaman 23
jarimatika menemukan pembelajaran matematika di SD. Phytagoras
menemukan rumus Phytagoras dalam matematika.
Thomas Edison yang menemukan listrik. Marie Curie yang menemukan
radium dan polium. Bill Gate yang menemukan program Microsoft.
G. Latihan
Kasus
Zaman telah berubah, untuk mengikuti dan mengantisipasi perubahan
sekolah dituntut melakukan inovasi-inovasi dalam mengembangkan
sekolahnya. Bila tidak, sekolah akan ketinggalan zaman dan kalah dalam
bersaing mendapatkan siswa baru. Stakeholders sekolah akan
meninggalkan sekolah dan mencari sekolah lain yang lebih inovatif.
Tugas
Identifikasi inovasi-inovasi apa yang Anda lakukan untuk mengembangkan
sekolah?. Hasilnya diskusikan di MKKS.
Petunjuk Jawaban (Kata Kunci)
Ciri-ciri innovator, cara berinovasi.
H. Ringkasan
Inovasi adalah menciptakan sesuatu yang baru atau tampil beda. Inovasi
bagi Kepala SMP/MTs adalah untuk mengembangkan sekolahnya. Inovator
memiliki enam ciri. Ada delapan cara untuk berinovasi.
I. Refleksi
Mohon untuk merenungkan kelebihan dan kekurangan materi Kegiatan
Belajar 2 ini. Bagaimana Anda mengatasi kekurangannya?. Bagaimana
pemahaman Anda terhadap materi ini. Jika sudah menguasai, bagaimana
pemanfaatan materi ini untuk meningkatkan inovasi Anda? Keefektifan
Kewirausahaan‐MKKS Halaman 24
kepemimpinan Anda? Bagaimana meningkatkan peran Anda sebagai
inovator di sekolah?. Bagaimana meningkatkan profesionalisme Anda
sebagai kepala sekolah/madrasah? Jika belum menguasai, bagaimana
upaya Anda selanjutnya?
J. Melibatkan
Hasil renungan mohon diskusikan di MKKS/M dan buat rangkuman
sebagai renungan MKKS/M . Bagaimana action plan untuk Anda, untuk
MKKS/M, dan untuk DCT dalam rangka meningkatkan kompetensi, peran,
dan profesionalisme guru/MGMP?
Kewirausahaan‐MKKS Halaman 25
KEGIATAN BELAJAR 3
KONSEP DAN LATIHAN BEKERJA KERAS
A. Pengantar
Usaha mengembangkan SMP/MTS memerlukan banyak tenaga, pikiran,
dan biaya serta membutuhkan kemampuan bekerja dalam rentang waktu
yang lama. Jika perlu bekerja keras secara terus-menerus. Anda sebaiknya
jangan hanya mengandalkan bekerja keras atau mengandalkan fisik tetapi
juga mengandalkan kerja cerdas atau mengandalkan otak. Keras keras
dan cerdas saja belum cukup tanpa diikuti oleh kerja ikhlas dan kerja
tuntas. (Collis & Le Boeuf, 1997).
B. Definisi Kerja Keras
Kerja keras ialah kegiatan yang banyak menguras tenaga, pikiran, dan
waktu untuk menyelesaikan sesuatu. Kerja keras kadang lupa waktu, lupa
kesehatan, dan lupa lainnya. Orang yang keranjingan kerja keras disebut
workcholic. Orang kadang-kadang sering salah perhitungan. Dengan kerja
keras tanpa mengenal waktu dan kesehatan; maka akan banyak
mendapatkan uang. Tetapi mereka lupa apa gunanya uang banyak kalau
akhirnya jatuh sakit. Kadang-kadang semua uang yang sudah terkumpul
tidak cukup untuk menyembuhkan penyakit. Oleh sebab itu, perlu
keseimbangan antara kerja keras dan istirahat. Motif orang bekerja keras
bermacam-macam. Ada yang untuk memenuhi kebutuhan dasarnya
Kewirausahaan‐MKKS Halaman 26
(sandang, pangan, papan, rekreasi, dan uang) yang selalu tak terbatas
atau tak pernah cukup, untuk melakukan yang terbaik, untuk mendapatkan
penghargaan atau, ingin mengaktualisasikan dirinya. Jika seseorang
ditanya, “Mengapa Anda sukses?”. Jawabnya cenderung adalah karena
kerja keras (Collis & Le Boeuf, 1997).
C. Tujuan Kepala SMP/MTs berkerja keras
Kepala SMP/MTs bekerja keras untuk mencapai keberhasilan SMP/MTs
sebagai organisasi pembelajar yang efektif.
Caranya agar kita orang mau bekerja keras
1. Tanamkan keyakinan bahwa banyak bukti keberhasilan seseorang
karena kerja keras. Apabila kita ditanya tentang keberhasilan kita, maka
jawaban kita adalah berkat kerja keras..
2. Tanamkan keyakinan, “Saya harus bekerja keras agar yang saya
butuhkan tercapai”. “Jangan mengharapkan sesuatu, jika tidak berbuat
sesuatu”.
3. Tanamkan keyakinan, saya ingin jadi orang yang bermanfaat. Banyak
penganggur ingin bekerja. Mengapa mereka yang sudah mendapat
pekerjaan ingin menganggur?
4. Tentukan target yang harus dicapai.
5. Tunjukkan kerja keras Anda untuk dijadikan contoh bawahan Anda.
6. Kelima cara di atas dapat dilakukan sendiri-sendiri atau dikombinasikan
agar saling melengkapi.
D. Contoh
Perhatikan cara Pipo bekerja keras pada kasus di kegiatan belajar 2.
E. Latihan
Kasus
Kewirausahaan‐MKKS Halaman 27
Saya selalu kurang dan tak pernah merasa puas dengan keberhasilan
sekolah. Ujian Nasional sudah mencapai 6,5 ingin 7,0. UN 7,0 ingin 7.5.
Saya juga ingin menjadi kepala sekolah berprestasi tingkat kabupaten.
Prestasi tersebut sudah tercapai. Namun, saya masih belum puas. Saya
bercita-cita ingin menjadi kepala sekolah berprestasi tingkat propinsi
bahkan tingkat nasional. Untuk mencapai itu semua saya bekerja keras,
cerdas, dan ikhlas. Dengan cita-cita setinggi langit itu, saya bekerja keras
sering di luar jam kerja mengarahkan dan membimbing guru agar mengejar
prestasi yang tinggi. Akibatnya saya sering disindir oleh kepala sekolah
lainnya yang prestasinya biasa-biasa saja. Mereka menganggap saya
sangat ambisius, cari muka, dan ingin menonjol sendiri.
Tugas
Bagaimana Anda mengatasi kasus di atas. Hasilnya diskusikan di
MKKS.
Petunjuk Jawaban (Kata Kunci)
Bekerja keras dan ulet
F. Ringkasan
Kerja keras ialah kegiatan yang banyak menguras tenaga, pikiran, dan
waktu untuk menyelesaikan sesuatu. Kerja keras bagi kepala sekolah
adalah untuk mencapai keberhasilan SMP/MTs sebagai organisasi
pembelajar yang efektif. Lima cara agar orang mau bekerja keras. Kelima
cara tersebut dapat dilakukan sendiri-sendiri atau dikombinasi.
G. Refleksi
Mohon untuk merenungkan kelebihan dan kekurangan materi Kegiatan
Belajar 3 ini. Bagaimana Anda mengatasi kekurangannya?. Bagaimana
pemahaman Anda terhadap materi ini. Jika sudah menguasai, bagaimana
pemanfaatan materi ini untuk meningkatkan bekerja keras Anda?
Keefektifan kepemimpinan Anda? Bagaimana meningkatkan peran Anda
sebagai pekerja keras di sekolah? Bagaimana meningkatkan
Kewirausahaan‐MKKS Halaman 28
profesionalisme Anda sebagai kepala sekolah/madrasah? Jika belum
menguasai, bagaimana upaya Anda selanjutnya?
H. Melibatkan
Hasil renungan mohon diskusikan di MKKS/M dan buat rangkuman
sebagai renungan MKKS/M . Bagaimana action plan untuk Anda, untuk
MKKS/M, dan untuk DCT dalam rangka meningkatkan kompetensi, peran,
dan profesionalisme guru/MGMP?
Kewirausahaan‐MKKS Halaman 29
KEGIATAN BELAJAR 4
KONSEP MOTIVASI KUAT (KOMITMEN) DAN PANTANG MENYERAH
A. Pengantar
Motivasi merupakan salah satu alat atasan agar bawahan mau bekerja
keras dan bekerja cerdas sesuai dengan yang diharapkan. Pengetahuan
tentang motivasi membantu para Kepala SMP/MTs untuk menumbuhkan
motivasi kerja yang kuat untuk sukses dalam melaksanakan tugas pokok
dan fungsinya sebagai pemimpin sekolah/madrasah. Teori cara memotivasi
diri sendiri ini bukan hanya bermanfaat untuk diri sendiri tetapi juga
bawahan kepala sekolah/madrasah. Motivasi adalah keinginan untuk
memenuhi kebutuhan. Motivasi membantu wirausaha dalam menggunakan
sikap mereka untuk mengendalikan situasi
Kepala SMP/MTs sebagai wirausaha harus memiliki motivasi yang kuat
untuk mencapai sukses. Mereka bekerja keras untuk memcapai tujuan
yang mulya. Mereka menetapkan sendiri tujuannya dan berusaha keras
untuk mencapainya.
Kewirausahaan‐MKKS Halaman 30
B. Uraian
1. Definisi Motivasi
Motivasi adalah keinginan yang melatarbelakangi seseorang untuk
melakukan sesuatu (Husaini Usman, 2009).
2. Tujuan Kepala SMP/MTs memiliki motivasi yang kuat
Kepala SMP/MTs perlu memiliki motivasi yang kuat agar sukses dalam
melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai pemimpin
SMP/MTs.
3. Cara menumbuhkan motivasi yang kuat untuk diri sendiri
1. Berpikiran positif. Ketika mengkritik orang begitu terjadi
ketidakberesan, tetapi kita lupa memberi dorongan positif agar
mereka terus maju. Jangan mengkritik cara kerja orang lain kalau
kita sendiri tidak mampu member contoh terlebih dahulu.
2. Menciptakan perubahan yang kuat. Adanya kemauan yang kuat
untuk mengubah situasi oleh diri sendiri. Mengubah perasaan
tidak mampu menjadi mampu, tidak mau menjadi mau. Kata,
”Saya juga bisa” dapat membantu meningkatkan motivasi
berprestasi.
3. Membangun harga diri. Banyak kelebihan kita sendiri yang tidak
dimiliki orang lain.
4. Memantapkan pelaksanaan. Ungkapkan dengan jadwal yang jelas
dan laksanakan..
5. Binalah keberanian, kerja keras, bersedia belajar dari orang lain.
6. Ingin selalu melakukan yang terbaik
7. Membasmi sikap suka menunda-nunda. Hilangkan sikap
menunda-nunda dengan alasan pekerjaan itu terlalu sulit dan
segeralah untuk memulai.
Ketujuh cara di atas dapat dilakukan sendiri-sendiri atau kombinasi
agar saling melengkapi.
Kewirausahaan‐MKKS Halaman 31
4. Definisi Pantang Menyerah
Pantang menyerah adalah daya tahan seseorang bekerja sampai
sesuatu yang diinginkannya tercapai. Pantang menyerah adalah
kombinasi antara bekerja keras dengan motivasi yang kuat untuk
sukses. Orang yang pantang menyerah selalu bekerja keras dan
motivasi kerjanya tak pernah pudar.
5. Tujuan Kepala SMP/MTs memiliki sifat pantang menyerah?
Kepala SMP/MTs perlu memiliki sifat pantang menyerah agar tidak
mudah putus asa dalam menghadapi kendala yang dihadapi SMP/MTs.
6. Cara Menumbuhkan Sifat Pantang Menyerah
Cara untuk menumbuhkan sifat pantang menyerah adalah selalu
menjaga kesehatan tubuh agar tidak mudah letih atau sakit dan
menguatkan hati agar tidak mudah berputus asa dalam mencapai
sesuatu yang diinginkan.
C. Contoh
Pelajari kasus Pipo pada kegiatan belajar 1 di atas. Perhatikan bagaimana
Pipo bekerja keras dan memotivasi dirinya untuk mencapai tujuannya
sehingga ia berhasil meraih sukses. Selanjutnya, perhatikan bagaimana
Pipo pantang menyerah sehingga ia berhasil meraih sukses.
D. Latihan
Kasus 1. Rendahnya Motivasi Kerja Saya
Hlangnya Gairah Kerja
Akhir-akhir ini motivasi kerja saya menurun �� sistem�� tanpa sebab yang
jelas. Saya teringat akan hasil penelitian Pidarta yang menyimpulkan
bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa termalas nomor 3 di dunia.
Kemalasan saya muncul mungkin karena kejenuhan saya bekerja atau
mungkin pula karena �� sistem penggajian PNS yang tidak signifikan
membedakan antara PNS yang berprestasi dengan yang malas-malas
saja. Gaji PNS yang berprestasi dengan yang tidak berprestasi untuk
Kewirausahaan‐MKKS Halaman 32
pangkat/golongan/masa kerja/jumlah keluarga setiap bulannya sama saja.
Saya sebagai Kepala SMP/MTS tidak ingin motivasi kerja saya yang
rendah tampak di mata bawahan saya karena saya adalah pemimpin yang
harus menjadi contoh.
Tugas 1
Bagaimana cara Anda mengatasi kasus di atas. Hasilnya diskusikan di
MKKS.
Kasus 2 (Lihat film terlampir)
Cerita tentang Katak Kecil
Pada suatu hari katak kecil mengadakan perlombaan. Tujuannya adalah
mencapai puncak sebuah menara yang sangat tinggi. Penontonpun
berkumpul bersama mengelilingi menara itu untuk menyaksikan
perlombaan dan memberikan semangat kepada peserta perlombaan.
Perlombaanpun dimulai. Secara jujur. Tak satupun penonton percaya
bahwa katak-katak kecil itu akan berhasil mencapai puncak menara.
Terdengar ada penonton yang berkata, “Oh jalannya saja susah. Mereka
tidak mungkin akan bisa sampai ke puncak”. Ada pula yang berteriak,
“Tidak mungkin berhasil! Puncaknya terlalu tinggi!” Katak-katakpun mulai
berjatuhan satu persatu kecuali mereka yang masih bersemangat menaiki
menaraperlahan-lahan semakin tinggi dan semakin tinggi. Penonton
bersorak, “Terlalu susah. Tak satupun yang akan berhasil” Sekarang lebih
banyak lagi katak kecil yang lelah dan menyerah. Tetapi ada satu katak
kecil yang yang tetap melangkah semakin tinggi. Dia pantang menyerah.
Akhirnya semua katak menyerah kecuali tinggal dia sendiri. Tetap bekerja
keras dan penuh motivasi tinggi yang terus ke puncak. Akhirnya dia
berhasil sampai ke puncak.
Semua katak yang kalah dan yang menonton ingin mengetahui bagaimana
cara melakukannya. Seekor katak bertanya, “Bagaimana caranya ia bisa
berhasil mencapai tujuannya?” Katak itu tidak menjawab. Ternyata katak
itu tuli.
Kewirausahaan‐MKKS Halaman 33
Tugas 2
Apa nasihat dari cerita di atas? Hasilnya diskusikan di MKKS.
Kasus 3
Sorang guru malas bekerja karena tekanan ekonomi. Akibatnya, ia tidak
bergairah mengajar di kelas. Pembelajaran menjadi tidak aktif, kreatif,
efektif, dan menyenangkan. Untuk menambah penghasilannya, guru
tersebut mencari pekerjaan sampingan di luar sekolah. Pekerjaan
sampingan tersebut membuat ia kurang konsentrasi dalam mengajar.
Siswa-siswa yang diajarnya menjadi korban.
Tugas 3 Bagaimana Anda sebagai kepala sekolah mengatasi kasus di
atas.
Petunjuk jawaban latihan (kata kunci) untuk semua kasus
1. Cara memotivasi
2. Cara memotivasi
3. Pantang menyerah (ulet), optimis, kerja keras, motivasi tinggi, percaya
diri, dan orientasi pada tujuan. Jangan mendengar kata-kata orang
yang negatif karena akan mengambil mimpi kita atau menjauhkan kita
dari mimpi. Karena itu tetap optimislah..Yang penting, bersikap tuli
terhadap orang-orang yang menyatakan bahwa kita tidak bisa.
E. Ringkasan
Motivasi kerja adalah keinginan yang melatarbelakangi seseorang untuk
melakukan sesuatu. Kepala SMP/MTS perlu memiliki motivasi yang kuat
agar sukses dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai
pemimpin SMP/MTs. Ada tujuh cara memotivasi. Pantang menyerah
adalah Pantang menyerah adalah daya tahan seseorang bekerja sampai
sesuatu yang diinginkannya tercapai. Kepala SMP/MTs perlu memiliki
sifat pantang menyerah agar tidak mudah putus asa dalam menghadapi
kendala yang dihadapi SMP/MTs. Cara untuk menumbuhkan sifat pantang
Kewirausahaan‐MKKS Halaman 34
menyerah adalah selalu menjaga kesehatan dan menguatkan hati untuk
mencapai sesuatu yang diinginkan.
F. Refleksi
Mohon untuk merenungkan kelebihan dan kekurangan materi Kegiatan
Belajar 4 ini. Bagaimana Anda mengatasi kekurangannya?. Bagaimana
pemahaman Anda terhadap materi ini. Jika sudah menguasai, bagaimana
pemanfaatan materi ini untuk meningkatkan motivasi Anda? Keefektifan
kepemimpinan Anda? Bagaimana meningkatkan peran Anda sebagai
motivator di sekolah?. Bagaimana meningkatkan profesionalisme Anda
sebagai kepala sekolah/madrasah? Jika belum menguasai, bagaimana
upaya Anda selanjutnya?
G. Melibatkan
Hasil renungan mohon diskusikan di MKKS/M dan buat rangkuman
sebagai renungan MKKS/M . Bagaimana action plan untuk Anda, untuk
MKKS/M, dan untuk DCT dalam rangka meningkatkan kompetensi, peran,
dan profesionalisme guru/MGMP?
Kewirausahaan‐MKKS Halaman 35
KEGIATAN BELAJAR 5
KREATIVITAS UNTUK SELALU MENCARI SOLUSI TERBAIK
MENDAPATKAN SOLUSI TERBAIK
A. Pengantar
Salah satu tugas Kepala SMP/MTS adalah mendapatkan solusi terbaik
dalam menghadapi kendala-kendala di sekolah. Untuk mendapatkan
solusi terbaik tersebut minimal ada dua teori yang dapat dipraktikkan yaitu
sebagai berikut.
1. Kreativitas.
2. Pemecahan masalah (solusi).
B. Definisi Kreativitas
Kreativitas adalah kemampuan untuk merancang, membentuk, membuat,
atau melakukan sesuatu baru (Anonim 3, 2005). Kemampuan
menghasilkan solusi yang kreatif atas kebutuhan SMP/MTs atau masalah
yang ada di SMP/MTs dan memasarkannya sering menjadi indikator
pembeda antara kesuksesan dan kegagalan dalam mewirausahakan
sekolah. Juga membedakan sekolah yang sudah tumbuh pesat dengan
sekolah yang biasa-biasa saja. Agar memiliki kreativitas, Kepala SMP/MTs
perlu membuka pikiran dan mata (Anonim 3, 2005)..
Kewirausahaan‐MKKS Halaman 36
Kreativitas dan inovasi merupakan konsep kembar yang saling
berhubungan, namun seringkali dikaji secara terpisah dengan
menggunakan metode dan model yang berbeda. Mengingat inovasi
dipahami sebagai kapabilitas melahirkan, mengembangkan dan mengubah
gagasan, proses, produk, mode, model, pelayanan dan perilaku tertentu,
maka inovasi adalah modifikasi dari model yang sudah ada. Dalam dunia
pendidikan, inovasi sekolah termasuk di dalamnya inovasi pengajaran juga
mengalami terobosan yang sangat cepat, sehingga sekolah yang tidak
memprioritaskan program inovasi akan ditinggalkan oleh masyarakat.
Berdasarkan uraian di atas terlihat hubungan erat antara konsep kreativitas
dan inovasi yang keduanya sangat diperlukan dalam mengembangkan
sekolah. Kreativitas tanpa inovasi bagaikan pisau tajam yang tidak pernah
dipakai, sedangkan inovasi tanpa dilandasi kreativitasi tidak menghasilkan
sesuatu yang baru bagi organisasi sekolah. Dengan pengertian tersebut,
inovasi secara sederhana dapat dipahami sebagai proses pengenalan cara
baru dan lebih baik dalam mengerjakan berbagai hal dalam lembaga
pendidikan (sekolah).
Seseorang yang kreatif memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1. Cenderung melihat suatu persoalan sebagai tantangan untuk
menunjukkan kemampuan diri.
2. Cenderung memikirkan alternatif solusi/tindakan yang tidak dilakukan
oleh orang-orang pada umumnya atau bukan sesuatu yang sudah
biasa dilakukan.
3. Tidak takut untuk mencoba hal-hal baru.
4. Mau belajar mempergunakan cara, teknik dan peralatan baru.
5. Tidak takut dicemoohkan oleh orang lain karena berbeda dari
kebiasaan
6. Tidak malu bertanya berbagai informasi tentang sesuatu hal yang
dianggap menarik.
7. Tidak cepat puas terhadap hasil yang diperoleh.
8. Toleran terhadap kegagalan dan frustasi.
Kewirausahaan‐MKKS Halaman 37
9. Memikirkan apa yang mungkin dapat dilakukan atau dikerjakan dari
suatu kondisi, keadaan atau benda.
10. Melakukan berbagai cara yang mungkin dilakukan dengan tetap
berdasar pada integritas, kejujuran, menjunjung sistem nilai, dan
bertujuan positif.
11. Tindakan yang dilakukan efektif, efisien, dan produktif.
1. Tujuan Kepala SMP/MTs memiliki Kreativitas?
Kepala sekolah memiliki kreativitas sebagai alat untuk mencari solusi
terbaik.
2. Cara Berkreativitas
Cara berkreativitas antara lain adalah sebagai berikut.
1. Meningkatkan kesadaran berarti belajar untuk memperhatikan halhal
yang biasanya tidak kita hiraukan sehingga dapat membuka
pikiran kita.
2. Curah pendapat (brain storming) adalah sebuah teknik untuk
menghasilkan banyak ide baru.
3. Mengubah ide-ide yang sudah ada.
4. Mempelajari teknik berpikir kraetif dari buku-buku.
5. Mengikuti diklat kreativitas dan mempraktikkannya.
6. Mencatat ide-ide baru kemudian mengembangkannya.
7. Bergaul dengan orang-orang yang kreatif.
8. Ubah sudut pandang orang-orang yang kreatif.
9. Pelajari proses perubahan ide.
10. Teratur berolah raga untuk menjaga kesehatan.
11. Apresiasi terhadap seni.
12. Cari pembimbing yang dapat membantu menemukan ide baru.
C. Contoh
Kebanyakan orang dapat memikirkan beberapa pekerjaan yang
membutuhkan kreativitas seperti seniman, musisi, penari, perancang, dan
Kewirausahaan‐MKKS Halaman 38
ilmuan. Wirausaha juga membutuhkan kreativitas untuk mencari solusi
terbaik.
D. Latihan
1. Kasus
Kreativitas adalah sebuah bidang di mana dalam banyak kasus,
wirausaha lebih banyak memiliki peluang untuk menggunakan bakat
kreatif mereka dibandingkan dengan PNS yang digaji. PNS yang digaji
sering kali tidak diharuskan untuk berpikir kreatif dan bahkan ketika
mereka termasuk Kepala SMP/MTS memiliki ide-ide baru, mereka yang
kreatif tersebut sering didiamkan atau dicemoohkan oleh kepala
sekolah yang lain.
Tugas Kasus
Pecahkan kasus di atas berdasarkan pengalaman Anda. Hasilnya
diskusikan di MKKS.
Petunjuk Jawaban Latihan (Kata Kunci)
Bagaimana mendapatkan solusi terbaik melalui kreativitas.
2. Lembar Kerja
a. Kerjakan lembar kerja a Potensi Kreativitas Anda.
b. Kerjakan lembar kerja b Tiga deskripsi
c. Kerjakan lembar kerja c Mengembangkan ide-ide baru dari ide-ide
lama.
d. Kerjakan lembar kerja d Membuat segi tiga dari segi tiga.
e. Kerjakan lembar kerja e. Selangkah demi selangkah.
f. Kerjakan lembar kerja f. Dimensi berikutnya.
g. Kerjakan lembar kerja g. Melegitimasikan humor.
h. Kerjakan lembar kerja h. Koran Berjuta Karya.
i. Kerjakan lembar kerja i. Menghubungkan titik.
Kewirausahaan‐MKKS Halaman 39
Lembar kerja a
Berikan tanggapan atas pertanyaan‐pertanyaan berikut ini dengan mengisi salah satu
kotak disebelah kiri setiap pernyataan. Ini bukan ujian. Pikirkan dengan seksama
sebelum menanggapi apakah pernyataan tersebut sesuai dengan pribadi anda.
BENAR SALAH TDK PASTI PERNYATAAN
A ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐ ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐ ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐
Ide‐ide saya tidak selalu mudah dijelaskan
kepada orang lain
B ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐ ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐ ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐
Saya lebih baik bekerja untuk menemukan
fakta‐fakta baru ketimbang
mengajarkannya kepada orang lain
C ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐ ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐ ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐
Saya tidak suka membuang‐buang waktu
dan tenaga untuk ide‐ide yang yang
mungkin tidak dapat diwujudkan
D ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐ ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐ ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐
Saya merasa lebih mudah mewujudkan ideide
daripada memikirkan ide‐ide baru
E ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐ ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐ ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐
Saya memilih solusi cepat untuk
menyelesaikan suatu masalah daripada
berhadapan dengan ketidakpastian.
F ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐ ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐ ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐ Cara berfikir saya tentang sesuatu sering
dianggap berbeda atau tidak biasa
G
‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐
‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐
‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐
Saya merasa mudah menghentikan sebuah
kegiatan ketika ada teman yang menelepon
atau berkunjung
H ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐ ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐ ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐
Saya merasa lebih nyaman dengan faktafakta
dibandingkan dengan teori
I ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐ ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐ ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐
Saya lebih suka mengarang cerita yang
bagus dibandingkan dengan
menceritakannya kepada orang lain
J ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐ ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐ ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐
Saya memiliki kesulitan memberikan ide‐ide
saya jika hanya untuk menyenangkan orang
lain
K ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐ ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐ ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐
Saya lebih baik merancang baju daripada
memperagakannya
L ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐ ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐ ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐
POTENSI KREATIVITAS ANDA
Kewirausahaan‐MKKS Halaman 40
BENAR SALAH TDK PASTI PERNYATAAN
Saya memilih bekerja untuk ide‐ide sendiri
dibandingkan dengan orang lain
M ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐ ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐ ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐
Hal‐hal yang tidak biasa lebih menarik bagi
saya dibandingkan dengan hal‐hal yang
biasa
N ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐ ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐ ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐
Ketika saya mendapat ide, saya
menekuninya, bahkan meskipun orang lain
berfikir bahwa ide tersebut ”terlalu jauh”
dan tidak praktis
O ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐ ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐ ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐
Saya akan melanjutkan ide‐ide saya
meskipun itu berarti saya akan sering
sendirian
Kunci Penilaian kreativitas
BENAR SALAH TDK PASTI
A 2 0 1
B 2 0 1
C 0 3 1
D 0 2 1
E 0 3 1
F 3 0 1
G 0 3 1
H 0 3 1
I 2 0 1
J 3 0 1
K 2 0 1
L 3 0 1
M 2 0 1
N 3 2 1
O 2 0 1
Setelah semua pernyataan dinilai, minta peserta menjumlah poin untuk semua
pernyataan. Minta peserta mengacu pada lembar kerja 1. Beritahu kepada mereka
bahwa mereka dapat menginterpretasikan nilai‐nilai mereka sebagai berikut:
1. Deskripsi I berlaku bagi orang‐orang yang memiliki nilai 23 poin atau lebih
2. Deskripsi II berlaku bagi orang‐orang yang memiliki nilai antara 11 dan 22 poin.
3. Deskripsi III berlaku bagi orang‐orang yang memiliki nilai 10 poin atau kurang.
Gunakan pertanyaan‐pertanyaan berikut untuk mendiskusikan hasil penilaian tersebut.
1. Apakah Anda terkejut dengan hasil penilaian tersebut? Mengapa?
2. Apa yang anda sukai tentang deskripsi yang dihasilkan dari penilaian kertas kerja
tersebut?
Kewirausahaan‐MKKS Halaman 41
3. Bagaimana dengan deskripsi yang ingin Anda ubah atau Anda perbaiki?
4. Dengan cara seperti apa deskripsi tersebut memiliki kesamaan? Dengan cara seperti
apa deskripsi tersebut berbeda?
5. Apa kelebihan yang mungkin dimiliki oleh seseorang dari setiap deskripsi tersebut
sebagai seseorang yang berwirausaha? Kurangnya?
6. Perubahan apa yang akan Anda lakukan terhadap diri Anda setelah melakukan
kegiatan 1?
Lembar Kerja b
Di bawah ini adalah deskripsi dari tiga jenis orang yang berbeda. Bacalah semua diskripsi
tersebut secara hati‐hati. Beri tanda ”X” di sebelah deskripsi yang Anda percaya paling
dekat dalam mendeskripsikan Anda.
Deskripsi I
Anda tidak terpaku pada cara berfikir yang biasa. Anda dapat mengembangkan dan
melihat gabuangan ide‐ide Anda dengan cara yang baru. Anda bersedia melakukan
eksperimen, meskipun Anda tidak yakin pekerjaan itu akan dihargai. Karena Anda jarang
bergantung kepada orang lain, Anda dapat memberikanbroikan waktu dan tenaga bagi
diri Anda sendiri, dan menyendiri untuk kegiatan‐kegiatan kreatif. Anda tidak mudah
berkecil hati atau tergantung oleh orang lain begitu Anda telah tertarik pada sebuah
tugas yang menantang.
Deskripsi II
Anda dapat mengenali dan menghargai ide yang kreatif, meskipun Anda tidak biasa
menghasilkan ide‐ide sendiri. Anda mungkin terlibat dalam kegiatan‐kegiatan kreatif
yang melibatkan penggunaan tangan Anda atau melibatkan benda‐benda yang dapat
Anda lihat atau Anda sentuh. Anda kadang‐kadang memulai proyek‐proyek yang kreatif,
tetapi Anda mungkin kehilangan kesabaran dan minat ketika proyek menuntut Anda
sendirian untuk bekerja pada jangka waktu yang panjang.
Deskripsi III
Anda biasa lebih tertarik dengan urusan‐urusan yang praktis dan membumi
dibandingkan mengejar mimpi‐mimpi. Karena Anda cenderung sangat realistis, Anda
mungkin kurang menyadari bahwa ide‐ide yang tidak biasa diperlukan juga untuk
pemecahan masalah secara kreatif. Karena Anda memilih bekerja dengan orang lain,
Anda jarang menyisihkan waktu untuk bekerja sendiri untuk ide‐ide Anda. Anda mungkin
lebih banyak menghabiskan waktu pada kegiatan‐kegiatan yang langsung menghasilkan
sesuatu bagi Anda dan yang mungkin dapat dibagi dengan orang lain.
TIGA DESKRIPSI
Kewirausahaan‐MKKS Halaman 42
Lembar kerja c
Mengembangkan Ide‐ide baru dari Ide‐ide lama:
1. Diskusikanlah teknik‐teknik untuk mengubah ide‐ide yang sudah ada dalam rangka
mengembangkan ide‐ide yang baru dan asli.
a) Ide‐ide yang ada memberikan titik awal bagi kita
b)Dengan mengubah satu bagian atau lebih dari ide yang sudah ada, kita dapat
mengembangkan ide‐ide baru yang berguna
2. Diskusikanlah cara‐cara mengubah ide‐ide berikut ini. Minta peserta untuk
memberikan contoh untuk masing‐masing cara.
Membuatnya lebih besar atau menambah bagian‐bagian baru.
Contoh: produk ”perekonomian berskala raksasa” dan meningkatkan skala usaha
untuk: 1) lebih banyak produk dan atau 2) melayni wilayah yang lebih luas.
Mebuat lebih kecil atau menghilangkan beberapa bagian.
Contoh: radio transistor, kalkulator saku, dan mikrofilm.
Memodifikasi bagian‐bagiannya atau idenya.
Contoh: mengubah warna, rasa, bau wangi dan gaya. Sabun sering kali diubah
warna dan wanginya. Gaya mobil berubah setiap tahun.
Mengatur ulang bagian‐bagiannya
Beberapa contoh pengaturan ulang bagian‐bagiannya adalah dalam merancang
bangunan, taman, dan mesin.
Lembar Kerja d
Tujuan:
Untuk mencegah peserta mengambil kesimpulan terlalu dini sebelum menganalisis
gambaran keseluruhan secara hati‐hati dari berbagai sudut pandang.
Prosedur:
1. Bagi kelompok dengan masing‐masing beranggotakan tiga orang. Dasar untuk
proses ”membuat segi tiga” adalah dengan melihat segitiga dari arah yang berbeda
dengan harapan dapat meningkatkan akurasinya.
2. Instruksi pada masing‐masing kelompok untuk menghitung jumlah segitiga yang
terdapat dalam gambar di bawah ini. Setelah beberapa menit, minta setiap tim
melaporkan beberapa banyak segitiga yang mereka temukan dalam gambar
tersebut dan minta mereka untuk menunjukkannya.
3. Sebelum memberikan jawaban yang sebenarnya tentang jumlah segi tiga, minta
mereka memeriksa efektivitas pengalaman tim mereka. Apa yang sudah mereka
lakukan dengan baik dan apa yang sebaiknya mereka tingkatkan?
4. Kemudian lanjutkan dengan menginformasikan kepada mereka bahwa pada
gambar tersebut terdapat 47 segitiga, yaitu: ACE, FBD, AED, AEH, AEB, AFC, AFH,
MENGEMBANGKAN IDE-IDE BARU DARI IDE-IDE LAMA
MEMBUAT SEGITIGA DARI SEGITIGA
Kewirausahaan‐MKKS Halaman 43
AFD, AFB, FEB, FCE, FEJ, FEH, DEA, DEB, DEH, DEG, DEF, DCH, DCA, DCB, ECH, ECB,
ECF, ACH, ACD, AFC, ABG, ABH, ABD, BCI, BCH, BCF, BGH, BHI, HID, HJD, HJF, HGF,
FED, FHD, FBJ, BJD, BFH, BHD, FID DAN FGD.
Pertanyaan Diskusi
1) Faktor apa yang menyulitkan Anda untuk melihat ke‐47 segitiga tersebut?
2) Bagaimana pendekatan yang sistematis untuk mempermudah mengenali segitigasegitiga
tersebut (misalnya: segitiga yang berasal dari satu sisi atau pertamatama
mengidentifikasi jumlah segitiga tunggal)?
3) Di dalam kelompok bagaimana individu‐indibvidu membantu Anda dalam
”melihat” hal‐hal dari sudut pandang yang berbeda?
Bahan‐bahan yang dibutuhkan:
Sebuah salinan gambar untuk setiap peserta atau setidaknya untuk masing‐masing tim.
Lembar kerja e
(1) Tujuan: Memotivasi peserta untuk menggunakan kreativitas dan logikanya.
Prosedur:
Minta kelompok menyebutkan serangkaian benda. Tuliskan 10 kata pertama di kolom
sebelah kiri (kolom 1) di sebuah flip cart atau OHP, sambil kelompok tersebut
mengidentifikasi 10 kata benda lagi secara acak. Tuliskan ini semua dikolom paling
kanan. Isi tiga ruang tambahan sehingga setiap kata seakan‐akan terkait secara logis
dengan kata disebelah kirinya. Kata terakhir di kolom paling kanan tidak perlu
A B C
F J D
E
G I
H
SELANGKAH DEMI SELANGKAH
Kewirausahaan‐MKKS Halaman 44
berhubungan dengan kolom 1, hanya berhubungan dengan kata yang berada disebelah
kirinya.
Contoh
1 2 3 4 5
Pelatih ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐ ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐ ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐ TV
Kemungkinan Solusinya:
Pelatih Flip Chart AV Video TV
Bahan yang dibutuhkan
Flip chart dan handout
(2) Selangkah demi selangkah
Sebutkan 10 kata benda secara acak dan tuliskan kata‐kata tersebut pada kolom 1 tabel
di bawah ini. Kemudian tuliskan sepuluh kata kerja tambahan yang tidak terkait di kolom
5. Tugas Anda adalah mengisi ketiga kolom yang kosong dengan kata baru yang terkait
secara logis atau dapat diasosiasikan dengan sebuah kata yang berada di kolom
sebelumnya (kolom kiri). Ingatlah bahwa tujuan Anda adalah untuk mencapai kolom 5
secara logis. Kata terakhir tidak perlu berkaitan dengan kolom 1, hanya dengan kolom 4.
Contoh
1 2 3 4 5
Pelatih ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐ ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐ ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐ TV
‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐ ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐ ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐ ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐ ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐
‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐ ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐ ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐ ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐ ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐
‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐ ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐ ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐ ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐ ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐
‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐ ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐ ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐ ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐ ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐
‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐ ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐ ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐ ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐ ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐
‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐ ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐ ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐ ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐ ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐
‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐ ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐ ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐ ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐ ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐
‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐ ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐ ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐ ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐ ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐
‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐ ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐ ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐ ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐ ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐
Kewirausahaan‐MKKS Halaman 45
Lembar Kerja f
Tujuan: Mendorong peserta memaksimalkan daya pikir mereka melampaui kapasitas
saat ini.
Prosedur:
memberikan enam buah tusuk gigi ke masing‐masing peserta (atau benda serupa
lainnya seperti pensil atau pengaduk minuman) yang panjangnya sama.
Instruksikan setiap peserta untuk membangun empat segitiga sama sisi dari bahanbahan
yang disediakan.
Komentar
Kebanyakan individu akan memulainya dengan menaruh tusuk gigi‐tusuk gigi tersebut di
atas meja kerja mereka dalam berbagai posisi. Kemungkinan peserta akan menghasilkan
dua segitiga yang bersebelahan dan memiliki sebuah sisi yang sama, atau mungkin juga
peserta membuat sebuah segi empat yang dibagi menjadi empat segitiga yang bukan
segitiga sama kaki (tetapi dua tusuk gigi yang menyilang tidak akan mencapai sudutsudutnya).
Kunci:
Kunci dari tugas ini adalah keluar dari kecenderungan alami untuk berpikir secara
sederhana (dua dimensi) dan beranjak ke dimensi baru (tiga dimensi). Ketika hal ini
dilakukan (atau petunjuk diberikan), kebanyakan peserta akan mampu membangun
empat segitiga sama kaki dengan menciptakan sebuah segitiga dan dengan meletakkan
tiga tusuk gigi sisanya dari sebuah sudut di bagian dasar ke bagian puncaknya, seperti
diperlihatkan dihalaman berikut.
Pertanyaan Diskusi
Faktor apa yang membatasi Anda unuk menyelesaikan puzzle ini pada awalnya?
DIMENSI BERIKUTNYA
Kewirausahaan‐MKKS Halaman 46
Bagiamana ”berpikir dalam sebuah dimensi yang baru” dapat membantu Anda
memecahkan berbagai masalah di masa depan?
Bahan yang dibutuhkan:
Tusuk gigi dalam jumlah yang banyak untuk setiap peserta (1 peserta x @ 6 buah).
Sumber: Catherine A. Arther, Liberty, TX
Kunci: Dimensi yang Berikutnya
Lembar Kerja g
Tujuan:
1. Merangsang kreativitas peserta tentang subyek yang sedang di bahas.
2. Melegitimasi penggunaan humor di dalam konteks pelatihan.
Prosedur:
1. Perkenalkan atau berikan sebuah ulasan mengenai sebuah topik secara singkat.
Sampaikan poin‐poin kunci yang hendak dicakup, tetapi jangan masuk ke rinciannya.
2. Sebelum menjelaskan bagaiaman cara melakukannnya, minta peserta untuk
memberikan pendapat mereka. Biarkan mereka menyampaikan cara‐cara yang lucu,
tidak praktis atau tidak bijak untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
Contoh: dalam sebuah seminar tentang manajemen waktu, peserta mungkin
memberikan saran‐saran untuk menghemat waktu (menggunakan waktu secara
lebih efisien), seperti ini:
a. Memotong kabel telepon Anda
b.Memendekkan kursi di ruang tamu kantor Anda, sehingga para tamu tanpa sadar
akan merasa tidak nyaman (seperti nyaris tergelincir) dan pergi lebih cepat.
c. Membakar surat yang datang setiap harinya kecuali potongan‐potongan pertama
d. Membuat Pizza Hut mengantarkan makan siang Anda di kantor
e. Mendapat nomor telepon yang tidak terdaftar.
Segera setelah semua orang tertawa‐tawa, Anda dapat dengn mudah mengalihkan
perhatian mereka ke agenda reguler Anda yang lebih serius.
Lembar Kerja h
1
3
4
2
6
5
MELEGITIMASI HUMOR
Kewirausahaan‐MKKS Halaman 47
Tujuan: Merangsang kreativitas peserta untuk menciptakan sesuatu yang baru (inovasi)
dari sumber daya yang ada disekitar kita.
Prosedur:
1. Bentuk kelompok masing‐masing terdiri dari 5 orang
2. Minta setiap kelompok membuat suatu cerita pendek
3. Setiap kelompok diberikan kertas koran masing‐masing satu lembar
4. Instruksikan setiap kelompok untuk mengekspresikan cerita pendek yang telah
mereka buat melalui kertas koran yang telah diberikan. Peserta diberi kebebasan
membuat apapun dari kertas koran sehingga cerita pendek dapat terekspresikan
5. Setiap peserta menampilkan hasil karyanya didepan peserta lain.
Bahan yang dibutuhkan
Kertas koran
Lembar Kerja i
Hubungkan titik titik ini tanpa mengangkat pulpen dan garis tidak terulang dua kali
. . . . . . . . . . . .
. . . . . . . . . . . .
. . . . . . . . . . . .
. . . . . . . . .
. . . . .
E. Ringkasan
Kreativitas adalah kemampuan untuk merancang, membentuk, membuat,
atau melakukan sesuatu dengan cara baru atau berbeda (Anonim 3, 2005).
Seseorang yang kreatif memiliki 11 ciri. Kepala sekolah meiliki kreativitas
sebagai alat untuk mendapatkan solusi terbaik. Cara mendapatkan
solusi terbaik melalui kreativitas dengan 12 cara.
F. Refleksi
Mohon untuk merenungkan kelebihan dan kekurangan materi Kegiatan
Belajar 5 ini. Bagaimana Anda mengatasi kekurangannya?. Bagaimana
pemahaman Anda terhadap materi ini. Jika sudah menguasai, bagaimana
pemanfaatan materi ini untuk meningkatkan kreativitas Anda? Keefektifan
kepemimpinan Anda? Bagaimana meningkatkan peran Anda sebagai
KORAN BERJUTA KARYA
Kewirausahaan‐MKKS Halaman 48
kraetor di sekolah?. Bagaimana meningkatkan profesionalisme Anda
sebagai kepala sekolah/madrasah? Jika belum menguasai, bagaimana
upaya Anda selanjutnya?
G. Melibatkan
Hasil renungan mohon diskusikan di MKKS/M dan buat rangkuman
sebagai renungan MKKS/M . Bagaimana action plan untuk Anda, untuk
MKKS/M, dan untuk DCT dalam rangka meningkatkan kompetensi, peran,
dan profesionalisme guru/MGMP?
Kewirausahaan‐MKKS Halaman 49
KEGIATAN BELAJAR 6
EVALUASI MEMILIKI NALURI KEWIRAUSAHAAN
A. Pengantar
Naluri atau jiwa kewirausahaan adalah sifat-sifat yang dimiliki oleh seorang
wirausaha. Pada kegiatan belajar 1 minimal terdapat 47 yang menjiwai
kewirausahaan. Sifat-sifat itu tentu ada yang tumpang tindih bahkan
bertentangan. Misalnya tegas tetapi juga harus luwes. Setiap Kepala
SMP/MTs harus memiliki naluri kewirausahaan sebagai sumber belajar
peserta didik. Artinya, untuk menghasilkan guru dan siswa yang bernaluri
wirausaha sejak usia dini, maka kepala sekolah harus menjadi contoh
bagaimana kita bernaluri kewirausahaan. Sebelum naluri kewirausahaan
kepala sekolah menjadi contoh para guru dan siswanya, maka kepala
sekolah harus menilai potensi dirinya terlebih dahulu apakah ia memang
sudah memiliki jiwa kewirausahaan. Dengan penilaian ini, kepala sekolah
dapat merefleksikan dirinya untuk meningkatkan naluri kewirausahaan.
B. Penilaian Naluri Kewirausahaan Kepala Sekolah/Madrasah
Kepala sekolah diharapkan mampu mengenal naluri kewirausahaan
mereka sebagai bekal untuk menjadi contoh dan sumber belajar siswasiswanya.
Naluri kewirausahaan di lingkungan bisnis yang bersifat komersil
Kewirausahaan‐MKKS Halaman 50
di samping 47 jiwa kewirausahaan. mengetahui naluri kewirausahaan yang
dimiliki Kepala SMP/MTs saat ini dapat menggunakan angket berikut ini.
C. Latihan
Isilah angket ini dengan sejujur-jujurnya. Pilih jarang (tidak) atau sering
(ya) yang paling sesuai dengan diri Anda.
1. A. Pekerjaan harus diselesaikan.
B. Saya senang berteman dengan orang banyak sehingga saya
mendapat masukan tentang pekerjaan saya.
2. A. Saya gembira jika tanggung jawab saya bertambah.
B. Saya akan menetap di suatu tempat mengikuti jalan kehidupan yang
terjadi.
3. A. Saya tidak berbuat yang dapat menyebabkan kerugian.
B. Pemahaman cara mendapat uang adalah langkah pertama dalam
berwirausaha.
4. A. Saya tidak akan berusaha melakukan apapun, bagaimanapun baiknya,
jika kegagalan akan mengakibatkan saya diolok-olok.
B. Selain melakukan pekerjaan saya, saya juga akan memikirkan
kesejahteraan orang lain.
5. A. Saya akan mengupayakan kemajuan dalam kegiatan wirausaha apa
pun yang saya mulai
B. Saya hanya akan melakukan tindakan yang akan membuat saya
aman.
6. A. Orang-orang akan memperolok saya jika saya gagal.
B. Saya memerlukan nasihat orang lain, meskipun saya percaya pada diri
sendiri.
7. A. Saya akan menemukan solusi bagi kesulitan yang saya hadapi.
B. Jika saya gagal dalam usaha baru ini, saya melanjutkan pekerjaan
yang lama.
8. A. Saya melaksanakan ide baru, jika saya merasa ide tersebut benar.
B. Saya dapat melakukan lebih baik dari yang saya lakukan saat ini.
9. A. Meskipun bekerja, saya akan selalu memperhatikan pentingnya
hubungan pribadi.
B. Apapun yang terjadi, saya mempunyai kesempatan kesempatan untuk
belajar dari pengalaman.
Kewirausahaan‐MKKS Halaman 51
10. A. Meskipun saya gagal dalam usaha saya, saya telah belajar sesuatu.
B. Saya senang memilki kehidupan yang nyaman.
11. A. Saya akan berinvestasi dalam undian berhadiah karena suatu saat
nanti keberuntungan memihak saya.
B. Jika saya gagal dalam pekerjaan saya, saya telah belajar sesuatu.
12. A. Saya akan menganggap pegawai saya sebagai teman sama rata
dengan teman lainnya.
B. Jika saya mendapat pekerjaan yang lebih baik, saya akan
meninggalkan pekerjaan yang sekarang.
13. A. Saya akan berpikir hati-hati sebelum melaksanakan ide baru.
B. Saya tidak keberatan jika pekerjaan saya sekarang kurang berhasil
demi kemajuan teman saya.
14. A. Saya dapat mengembangkan kewirausahaan SMP/MTS jika ada
modal.
B. Saya ingin dapat membuat keputusan penting sendirian.
15. A. Saya tidak akan bertindak tidak peduli bila kebaikan saya dihianati.
B. Jika sesuatu tidak terwujud sesuai keinginan saya, saya akan mencari
alternatif lain.
16. A. Saya akan membuat kesalahan.
B. Saya senang mengobrol.
17. A. Saya ingin agar uang saya dapat disimpan di bank dengan aman.
B. Saya percaya kepada pekerjaan saya saat ini.
18. A. Saya ingin mempunyai banyak uang agar dapat hidup nyaman.
B. Saya ingin mendapat bantuan seseorang dalam membuat keputusan.
19. A. Orang pertama-tama mengurus keluarganya dulu.
B. Saya menikmati pemecahan masalah yang sulit.
20. A. Meskipun saya menderita, saya berusaha agar tidak membuat orang
tidak enak.
B. Uang adalah harus untuk mengembangkan usaha.
21. A. Saya berharap usaha saya cepat tumbuh sehingga saya tidak
mempunyai masalah keuangan.
B. Saya hati-hati agar tidak disalahkan atas kegagalan saya.
22. A. Saya senang dibiarkan bertindak bebas sesuai pikiran saya.
B. Kebahagian saya adalah memiliki uang banyak untuk masa depan.
23. A. Jika saya gagal akibat kesalahan orang lain.
B. Saya hanya akan melakukan hal-hal yang dapat memuaskan saya.
Kewirausahaan‐MKKS Halaman 52
24. A. Sebelum bertindak, saya hati-hati agar tidak merusak nama saya.
B. Saya ingin seperti orang lain yaitu dapat membeli barang mahal.
25. A. Saya ingin rumah tinggal yang nyaman.
B. Saya belajar dari kesalahan saya.
26. A. Sebelum melakukan pekerjaan apa pun, saya memikirkan akibatnya
untuk jangka panjang.
B. Saya ingin agar segala sesuatu dapat terjadi menurut perintah saya.
27. A. Uang mendatangkan kenyamanan karena itu tujuan utama saya
adalah mendapatkan uang.
B. Saya senang bekerja sehingga sering berkumpul teman-teman.
28. A. Saya tidak takut dikritik orang.
B. Saya tidak enak dengan diri saya jika saya gagal.
29. A. Saya sering mendapatkan kesulitan dengan pekerjaan saat ini
sehingga ingin mencari pekerjaan baru.
B. Sebelum memulai pekerjaan, saya minta nasihat teman dahulu.
30. A. Semua pengalaman mendukung saya.
B. Saya ingin memiliki banyak uang.
31. A. Saya senang santai dalam hidup ini tanpa kekhawatiran.
B. Jika saya gagal, saya ingin mencari apa penyebabnya.
32. A. Saya benci jika orang lain turut campur dengan yang saya lakukan.
B. Saya melakukan apa saja demi uang.
(Anonim 2, 2005).
Petunjuk Jawaban Latihan
1. A = 1 17. A = 0
B = 2 B = 2
2. A = 2 18. A = 1
B = 1 B = 0
3. A = 0 19. A = 0
B = 1 B = 2
4. A = 0 20. A = 1
B = 1 B = 1
5. A =2 21. A = 1
B = 1 B = 0
6 . A = 0 22. A = 1
B= 2 B = 1
7. A = 2 23. A = 0
B = 0 B = 2
8. A = 1 24. A = 1
B = 2 B = 1
9. A = 1 25. A = 1
B = 2 B = 2
Kewirausahaan‐MKKS Halaman 53
10. A = 2 26. A = 1
B = 1 B = 1
11. A = 0 27. A = 1
B = 2 B = 1
12. A = 1 28. A = 2
B = 1 B = 0
13. A = 2 29. A = 0
B = 0 B = 1
14. A = 1 30. A = 2
B = 1 B = 1
15. A = 1 31. A = 1
B = 2 B = 2
16. A = 2 32. A = 1
B = 1 B = 0
Jumlahkan
Interpretasi: 0 - 25 = bernaluri kewirausahaan pada level kurang.
26 – 36 = bernaluri kewirausahaan pada level sedang
37 – 47 = bernaluri kewirausahaan pada level baik.
48 ke atas= benaluri kewirausahaan pada level sangat baik.
D. Contoh
Ada 47 naluri kewirausahaan.
E. Ringkasan
Naluri kewirausahaan ada 47 naluri.
F. Refleksi
Dari hasil angket yang Anda peroleh, sudahkah Anda memiliki
kewirausahaan?
Jawablah dalam hati dari hasil pengisian angket tadi:
a. Apa kelemahan pribadi yang Anda temukan?
b. Dengan berbagai kelemahan tersebut, apakah Anda dapat
menjadi wirausaha?
c. Jika ada kelemahan, apa yang Anda lakukan untuk mengurangi
bahkan menghilangkan kelemahan tersebut?
d. Apakah kekuatan pribadi Anda?
e. Dapatkah kekuatan tersebut menutupi kelemahan Anda?
Kewirausahaan‐MKKS Halaman 54
f. Apakah gaya hidup Anda saat ini sesuai dengan jiwa
kewirausahaan?
g. Apakah jiwa kewirausahaan bermanfaat bagi tugas Anda sebagai
Kepala SMP/MTS? (ganti sekolah saja)
Mohon untuk merenungkan kelebihan dan kekurangan materi Kegiatan
Belajar 6 ini. Bagaimana Anda mengatasi kekurangannya?. Bagaimana
pemahaman Anda terhadap materi ini. Jika sudah menguasai, bagaimana
pemanfaatan materi ini untuk meningkatkan naluri kewirausahaan Anda?
Keefektifan kepemimpinan Anda? Bagaimana meningkatkan peran Anda
sebagai orang yang memiliki naluri kewirausahaan di sekolah?. Bagaimana
meningkatkan profesionalisme Anda sebagai kepala sekolah/madrasah?
Jika belum menguasai, bagaimana upaya Anda selanjutnya?
G. Melibatkan
Hasil renungan mohon diskusikan di MKKS/M dan buat rangkuman
sebagai renungan MKKS/M . Bagaimana action plan untuk Anda, untuk
MKKS/M, dan untuk DCT dalam rangka meningkatkan kompetensi, peran,
dan profesionalisme guru/MGMP?
Kewirausahaan‐MKKS Halaman 55
DAFTAR PUSTAKA
Anonim 1. 2005. Apakah Usaha dan Kewirausahaan Itu? Turin, Italiy: International
Training Centre, ILO.
------------- 2. 2005. Siapa Wirausaha Itu? Turin, Italiy: International Training
Centre, ILO.
------------- 3. 2005. Bagaimana Seharusnya Wirausaha Bersikap dan Bertindak?
Turin, Italiy: International Training Centre, ILO.
------------- 4. 2005. Bagaimana Menjadi Seorang Wirausaha? Turin, Italiy:
International Training Centre, ILO.
------------- 5. 2005. Bagaimana Mendapatkan Ide Bisnis yang Bagus? Turin, Italiy:
International Training Centre, ILO.
------------- 6. 2005. Apa Langkah Selanjutnya untuk Menjadi Seorang Wirausaha?
Turin, Italiy: International Training.
------------- 7. 2002. Memiliki dan Melaksanakan Kreativitas Inovasi dan Jiwa
Kewirausahaan. Jakarta: Dit. Pendidikan Lanjutan Tingkat Pertama Ditjen
Dikdasmen. Depdiknas.
Collis, J., & Boeuf, L.M. 1997. Bekerja Lebih Pintar Bukan Lebih Keras. Cetakan
Kelima (Terjemahan Dabara). Solo: Dabara Publisher.
Hawkins, K., & Turia, P.A. 1986. Ujilah Tingkat Kecerdasan Anda sebagai Seorang
Wiraswasta. (Terjemahan: Darbara). Solo: Dabara Publishers.
Husaini Usman. 2009. Manajemen: Teori, Praktik, dan Riset Pendidikan. Jakarta:
Bumi Aksara.
Hisrich, R.D. & Peters, M.P. 2002. Entrepreneurship. Fifth Edistion. New York:
McGraw Hill Irwin.
Kao, J.J. 1991. The Entrepreneur. Englewood Cliffs, New Jersey: Prentice Hall.
Kuratko, D.E., & Hodgetts, R.M. 1989. Entrepreneurship A Contemporary
Approach. Chicago: The Dryden Press.
Lambing, P.A., & Kuehl, C.R. 2003. Entrepreneurship. Third Edition. Englewood
Cliffs, New Jersey: Prentice Hall.
Meridith, G.G., Nelson, R.E., & Neck, N.P. 1984. Kewirausahaan Teori dan Praktik.
(Terjemahan: Andre Asparsayogi). Cetakan Kedua. Jakarta: PT. Hastama.
Kewirausahaan‐MKKS Halaman 56
Overton, R. 2002. Are You an Entrepreneur? Singapore: Wharton.
Bacaan yang Dianjurkan
Dit. Tendik, 2007. Kewiraswastaan SD. Jakarta: Depdiknas.
Buku-buku yang terdapat di Daftar Pustaka di atas.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar